Sempat Terhenti, Pelayanan GeNose di Pelabuhan Ketapang Dibuka Kembali

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 11:51 WIB
genose di pelabuhan ketapang
Calon penumpang yang antre tes GeNose (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sempat terhenti karena keterbatasan kantong, pelayanan tes bebas COVID-19 GeNose C19 di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali dibuka. Hal ini dikarenakan membludaknya calon penumpang yang meminta persyaratan penyeberangan di Jawa-Bali ini. Per hari, rata-rata permintaan pelayanan GeNose mencapai 600 orang.

Pelayanan GeNose sempat ditutup pada pukul 05.00 Jumat (21/05). Hal ini dikarenakan stok kantong ludes. Kini ada tambahan sekitar 2 ribu kantong untuk melayani para pemudik yang akan merantau ke Bali.

"Betul, pukul 05.00 Jumat pagi tadi stok kantong GeNose sudah habis, jadi kita tidak bisa melayani penumpang kapal untuk tes GeNose," ujar Luvi Dwi Krisdayanti, petugas GeNose Kimia Farma di Pelabuhan Ketapang, Sabtu (22/5/2021).

Permintaan pada arus balik kali ini memang sangat banyak. Kata Luvi, per hari bisa 600-an GeNose habis terpakai. Sekitar pukul 22.00 Jumat malam tadi tapi kita sudah dapat tambahan kantong lagi, ada 2 ribuan kantong, jadi layanan GeNone sudah bisa digunakan masyarakat lagi," tambahnya.

Diakui Luvi, keterbatasan alat juga menjadi kendala tersendiri. Proses pemeriksaan juga memakan waktu sekitar 15 menit.

"Yang mengantre banyak karena prosesnya memang agak lama, per orang rata-rata membutuhkan waktu 15 menit untuk mendapatkan hasilnya. Sementara alat kami terbatas," pungkasnya.

Harga tes GeNose yang lebih terjangkau menjadi alasan mengapa para pemudik lebih memilih GeNose dibandingkan rapid tes antigen yang harganya mencapai Rp 150 ribu untuk satu kali tes.

Sementara itu, memasuki Sabtu (22/05/2021) dini hari tadi, jumlah pemudik dari berbagai daerah di Pulau Jawa terpantau semakin ramai memasuki pelabuhan untuk menuju kapal yang mengantarnya ke Pulau Bali.

Banyaknya pemudik ini didominasi penumpang pejalan kaki dan mobil-mobil pribadi. Data harian ASDP Ketapang selama 24 jam terakhir menyebut sudah ada hampir 14 ribu penumpang yang diseberangkan meninggalkan Pulau Jawa untuk menuju Pulau Bali. Jumlah ini meningkat lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya atau meningkat sekitar 390 persen dibandingkan data jumlah penumpang tahun lalu di periode yang sama.

Sementara untuk kendaraan roda dua, tercatat sudah ada 1.899 unit yang telah diseberangkan menuju Pulau Bali. Untuk mobil pribadi sebanyak 1.394 unit dan bus ada sekitar 117 unit yang diseberangkan menuju Pulau Bali.

"Dari pantauan kami, memang masyarakat lebih banyak yang menggunakan GeNose karena harganya jauh lebih murah dari antigen. Kalau GeNose hanya Rp 40 ribu, sementara antigen di pelabuhan sekitar Rp 150 ribu, di Lanal Banyuwangi juga ada Antigen harganya lebih murah Rp 125 ribu," kata Tonny Agus Setiono, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Jatim.

Mengantisipasi lonjakan pemudik pada arus balik yang diprediksi akan terus terjadi hingga akhir pekan mendatang ini, pihak ASDP mengoperasikan 31 kapal dari 52 kapal yang disiagakan. Pemeriksaan dokumen surat bebas COVID-19 akan terus diperketat oleh petugas gabungan di pintu masuk pelabuhan ASDP Ketapang. Utamanya pada malam hari lantaran tren pemudik kali ini lebih memilih pulang malam dibandingkan siang hari.

(iwd/iwd)