ADVERTISEMENT

BAZNAS Raih 2 Penghargaan Internasional

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 19:36 WIB
BAZNAS
Foto: dok. BAZNAS
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mendapatkan penghargaan internasional untuk ketiga kalinya. Kali ini, BAZNAS meraih dua penghargaan dalam Global Good Governance (3G) Awards dari Cambridge International Financial Advisory (IFA) karena dinilai punya tata kelola yang baik dan berkomitmen pada kesejahteraan sosial yang dijalankannya.

Adapun dua penghargaan tersebut antara lain 3G Sustainable Developments Goals (SDGs) Championship Awards yang telah didapatkan 3 kali berturut-turut, serta 3G Humanitarian Awards.

Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum mengatakan penghargaan ini menunjukkan tata kelola baik yang dimiliki BAZNAS diakui oleh organisasi berstandar internasional. Ia mengungkapkan penghargan ini didapatkan karena BAZNAS senantiasa fokus pada pekerjaannya.

"Di tahun pertama, kedua, maupun ketiga dan seterusnya seseorang yang bekerja di BAZNAS itu bukannya malah menurun semangatnya tapi tambah semangat. Otomatis dengan semangat itu, kita belajar dari kesalahan masa lalu," jelas Mahdum dalam Konferensi Pers Penyerahan BAZNAS Raih Dua Penghargaan Internasional 3G Awards yang berlangsung virtual, Selasa (25/5/2021).

Mahdum menambahkan pihaknya juga melakukan koreksi dan benchmark mengenai apa yang harus dilakukan. Benchmark ini, lanjutnya, dilakukan agar program-program yang dikerjakan BAZNAS dapat disesuaikan dengan tata kelola dunia.

Selain itu, Mahdum mengatakan BAZNAS juga memegang kepercayaan para donatur. Kepercayaan menjadi hal penting yang harus dipertahankan, baik dalam internal maupun eksternal BAZNAS sendiri. Kepercayaan tersebut membuat BAZNAS menjadi lembaga yang modern dan profesional dalam menyalurkan zakat.

"Tidak boleh ada sedikit pun conflict interest, tidak boleh ada cheating, semuanya ada SOP dan kinerja yang lambat dipercepat," terangnya.

Dalam menjalankan programnya, Mahdum menyebutkan BAZNAS tak hanya memberi bantuan secara one shot. Tapi berupaya memberi bantuan kemanusiaan yang sifatnya sustainable melalui berbagai program pendampingan. Harapannya, program berkelanjutan ini dapat membuat mustahik (penerima zakat) yang dibantu BAZNAS bisa menjadi muzaki (pemberi zakat) yang ikut memberikan infaknya pada BAZNAS dalam jangka waktu paling lambat tiga tahun.

Mahdum pun berharap, capaian berupa penghargaan internasional ini dapat membuat masyarakat semakin percaya pada BAZNAS dan jaringan BAZNAS se-Indonesia, serta Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) lainnya. Sehingga siapa pun yang sebelumnya menyalurkan zakat lewat jalur informal, dapat mulai menyerahkan dana zakat dan infaknya melalui BAZNAS atau OPZ lain secara formal.

Senada dengan Mahdum, Direktur Utama BAZNAS Arifin Purwakananta menyebutkan program yang dilakukan BAZNAS selama ini dilakukan dengan komitmen mewujudkan continuous improvement. Untuk meraih capaian ini, kata Arifin, pihaknya melakukan komparasi, pengukuran, dan pengembangan program dengan menyesuaikan pada apa yang dilakukan lembaga-lembaga dunia dalam mengembangkan organisasi.

"Bagian yang terpenting dari awards ini adalah semacam milestone bagi BAZNAS untuk melakukan transformasi tata kelola, agar dapat semakin baik dan mendorong keberlanjutan pengelola zakat di Indonesia," kata Arifin.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Noor Ahmad dalam sambutannya menyampaikan terima kasih. Noor mengatakan, meski wabah pandemi COVID-19 belum berakhir pihaknya akan selalu berupaya menyejahterakan masyarakat.

"Kami berterima kasih atas apresiasi tinggi yang diberikan kepada BAZNAS. Kami akan melanjutkan upaya terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang kurang beruntung di Indonesia," pungkasnya.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT