Puan Dinilai Sedang Unjuk Kekuatan Politik ke Ganjar

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 12:51 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo (Dok. detikcom)
Jakarta -

Polemik yang menyeret nama Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP, Ganjar Pranowo, mencuat ke publik. Kini muncul dugaan yang menyebut Puan sedang unjuk kekuatan politik ke Ganjar.

"Iya mungkin saja Mbak Puan sedang menunjukkan power-nya sebagai tokoh berpengaruh, dan salah satu calon penerus Ibu Mega sebagai caketum DPP PDIP yang akan datang," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

Kemudian Qodari melihat ada upaya lain yang hendak disampaikan Puan usai mengganjar Ganjar. Dia menyebut ada ketersinggungan dari Puan yang memiliki dapil di Jawa Tengah dengan Ganjar, yang menjadi pimpinan Jawa Tengah.

"Fakta bahwa Mbak Puan itu dapilnya adalah Jawa Tengah, sementara Mas Ganjar adalah Gubernur Jawa Tengah. Ibaratnya Mbak Puan punya ide, gagasan, pemikiran, batasan-batasan, begitu ya, terutama batasan yang kemudian tidak diikuti oleh Mas Ganjar. Jadi terciptalah semacam ketersinggungan," ucap Qodari.

Ketersinggungan apa yang dimaksud? Qodari memprediksi ada batasan-batasan yang tidak dapat dinegosiasikan antara Puan dan Ganjar.

Qodari kemudian mencontohkan kondisi di mana antarkader bisa menegosiasikan batasan-batasan yang berlaku di PDIP.

"Nah batasan-batasan atau manajemen politik ini yang mungkin dalam konteks di Solo, misalnya, bisa dinegosiasikan dengan baik dengan Pak Jokowi, dengan Pak FX Rudy, sehingga konflik semacam ini tidak terjadi ketika Pak Jokowi atau Pak Rudy menjadi wali kota. Bahkan, termasuk dengan Gibran. Gibran ini anaknya Pak Jokowi, mau maju cawalkot. Ya kalau bicara dari perspektif kepala daerah, penguasa Solo itu Pak Jokowi, Pak Rudy. Tapi dalam kacamata kepartaian, penguasa Solo itu DPP, Mbak Puan," papar Qodari.

"Nah antara kekuasaan di pusat, kekuasaan kepartaian dengan kekuasaan di tingkat lokal di masyarakat perlu dicari titik temunya. Dalam konteks Puan dengan Jokowi, dengan Rudy, dengan Gibran itu berhasil ketemu, berhasil dinegosiasikan dengan baik. Mungkin negosiasi semacam itu tidak terjadi atau tidak ketemu dengan baik antara Mbak Puan dengan Mas Ganjar-lah," sambungnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2