Round-Up

7 Kesalahan Besar Ganjar Menurut PDIP hingga Tak Diundang di Acara Puan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 08:19 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
(Foto: Puan Maharani dan Ganjar Pranowo)
Semarang -

Kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara PDIP yang dihadiri Puan Maharani dan seluruh kepala daerah yang merupakan kader di Jateng. Apa salah Ganjar sampai tidak diundang?

Berikut ini 7 hal yang diungkap elit PDIP terkait tak diundangnya Ganjar dalam acara tersebut:

1. Dinilai sudah kelewatan
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto menegaskan memang Ganjar tidak diundang dalam acara Pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya yang dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di Panti Marhaen Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021).

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (sudah kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar)," tegas Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu yang juga Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, Sabtu (23/5) malam.

2. Dinilai merasa lebih tinggi dari pengurus partai
Bambang juga pernah menjelaskan soal elektabilitas tidak menjadi penentu bakal dipilih menjadi capres pada Pilpres 2024. Kemudian tidak diundangnya Ganjar Pranowo, menurut Bambang, bukan menjadi teguran terhadap laku Ganjar yang dianggap berambisi untuk Pilpres.

"Ini bukan teguran, karena ia merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDI Perjuangan Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.

3. Sinyal politik ambisi nyapres terbaca elit politik PDIP
Berbagai kegiatan dan moncernya nama Ganjar ditangkap oleh elit politik PDIP sebagai persiapan maju dalam Pilpres 2024. Menurut Bambang hal itu sudah nampak meski secara lisan Ganjar tidak mengungkapkannya.

"Kalau dia menjawab, 'saya kan tidak mengatakan mau nyapres', ya kalau bicaranya pada tingkat ranting partai, ya silakan. Tapi kalau dengan orang politik, ya pasti sudah paham arahnya ke mana," katanya.

4. Dinilai abai saat diberi kode agar mengerem ambisi nyapres
Soal langkah yang dianggap bisi Nyapres itu, Bambang menjelaskan pihaknya sudah memberikannya kode kepada Ganjar. Tapi menurutnya Ganjar Pranowo justru tetap lanjut.

"Wis tak kode sik, kok saya mblandhang. Ya tak rada atos (sudah saya beri isyarat, kok malah semakin nekat. Ya saya sikapi agak keras). Saya dibully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya," tandasnya.

Simak video 'Ada Apa Antara Ganjar, Puan dan PDIP?':

[Gambas:Video 20detik]





Selanjutnya: Tim medsos Ganjar diungkit