PDIP Tegas Tak Akan Beri Ruang ke Pihak Pemecah Belah Partai

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 18:37 WIB
Hasto Kristiyanto
Hasto Kristiyanto (Dok. PDIP)
Jakarta -

PDIP mengambil sikap tegas setelah ada peningkatan tensi terkait polemik Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta semua kader meningkatkan konsolidasi partai dan tidak memberi peluang kepada siapa pun untuk memecah belah partai.

Awalnya Hasto mengungkap terkait kondisi partai yang saat ini tengah fokus untuk menangani pandemi. Dia menyebut saat ini fokus PDIP bukanlah pada perpolitikan Pilpres 2024, melainkan penanganan pandemi.

"Banyak yang under estimate terkait dampak pandemi. Bahkan ada yang menganggap remeh. Laporan struktur Partai dari akar rumput menyimpulkan bahwa dampak pandemi terhadap kehidupan perekonomian sangat nyata. Perhatian seluruh pihak untuk mengatasi dampak perekonomian ini sangat penting dan menjadi prioritas utama," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Lebih lanjut, Hasto mengingatkan persoalan Pilpres 2024 sebetulnya sudah ditentukan lewat Kongres V PDIP yang memberikan kewenangan penuh kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menetapkan capres dan cawapres 2024. Dia pun mengingatkan pilihan terbaik PDIP saat ini bagi semua kader partai di seluruh jajaran adalah melakukan konsolidasi partai.

"Konsolidasi Partai juga menyangkut aspek ideologi, politik, program, kader, dan konsolidasi sumber daya. Konsolidasi ideologi agar bangsa Indonesia semakin kokoh dengan Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa, sehingga Presiden RI yang akan datang tidak akan dibebani oleh persoalan tersebut," ujar Hasto.

"Struktural partai, kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta pimpinan legislatif bersama-sama berjuang dalam spirit gotong royong untuk rakyat. Semua wajib proaktif sebagai kader partai" lanjutnya.

Tak hanya itu, Hasto meminta semua kader merapatkan barisan. Dia mengingatkan ada sejumlah pihak yang melakukan dansa politik untuk Pilpres 2024. Dia juga mengingatkan agar para kader PDIP tidak memberi peluang siapa pun dari luar partai untuk memecah belah PDIP.

"Terus rapatkan barisan mengingat banyak pihak yang sudah melakukan dansa politik untuk 2024 dan jangan beri peluang siapa pun dari luar partai untuk memecah belah kekuatan partai kita," ujar Hasto

"Partai dengan memberikan hak prerogatif kepada Ketua Umum Partai telah berhasil mengantar Pak Jokowi sebagai Presiden, dan kini memasuki periode kedua untuk Indonesia yang lebih maju. Terus bergerak ke bawah bersama rakyat, sehingga ketika tiba momentum politik bagi Ibu Megawati untuk mengambil keputusan, seluruh kader Partai telah mengakar dalam semangat kolektivitas untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia" imbuhnya.

Untuk diketahui, Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemajon hingga keminter. Usut punya usut, serangan itu imbas Ganjar yang dianggap berambisi menjadi calon presiden.

Kekesalan Bambang itu terungkap saat Ganjar tak diundang saat Ketua DPP PDIP Puan Maharani memberikan arahan untuk kader dan kepala daerah se-Jateng dari PDIP. Bambang mengaku Ganjar memang sengaja tak diundang.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar)," tegas Bambang di Panti Marhaen Kota Semarang, Sabtu (23/5/2021) malam.

Politikus yang akrab disapa Bambang Pacul itu menilai Ganjar terlalu berambisi maju di Pilpres 2024. Hal ini ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di medsos dan media, termasuk soal aktivitasnya di YouTube.

(rfs/maa)