ADVERTISEMENT

Penjelasan Dirut BPJS Kesehatan soal Dugaan Kebocoran Data WNI

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 11:17 WIB

BPJS Kesehatan tengah menginvestasi dan melakukan penelusuran jejak digital. Ali Ghufron mengatakan saat ini pihaknya juga sedang melakukan mitigasi terhadap hal-hal yang mengganggu keamanan data dalam proses pelayanan dan administrasi.

"Kami juga sedang melakukan penguatan sistem keamanan teknologi informasi terhadap potensi keamanan data, antara lain meningkatkan proteksi dan ketahanan sistem. BPJS Kesehatan senantiasa berupaya maksimal agar data pribadi peserta dan data lainnya tetap terlindungi dan memastikan pelayanan terhadap peserta tetap berjalan optimal," ucapnya.

Dia memastikan BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Apabila terdapat permintaan data pribadi yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan, Ali Ghufron meminta masyarakat dapat melakukan konfirmasi ke layanan resmi BPJS Kesehatan, yakni call center 1000 500 400 atau kantor layanan BPJS Kesehatan terdekat.

Seperti diketahui, kasus dugaan kebocoran data WNI ini sedang ditangani oleh Bareskrim Polri. Disebutkan, 279 juta data WNI dijual secara online di forum hacker Raid Forums.

Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (nomor induk kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, bahkan kabarnya juga besaran gaji. Disertakan pula sejuta sampel data untuk pengecekan.

Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) turut digandeng Bareskrim dalam menangani kasus ini. BPJS Kesehatan mengaku juga sudah mengklarifikasi ke Bareskrim perihal 279 juta data bocor yang diduga kuat identik dengan data mereka.


(fas/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT