ADVERTISEMENT

Penjelasan Dirut BPJS Kesehatan soal Dugaan Kebocoran Data WNI

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 11:17 WIB
Jakarta -

Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti memberikan penjelasan terkait kasus dugaan kebocoran data WNI yang identik dengan data BPSJ Kesehatan. Dia menyebut BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengusut tuntas kasus ini.

"BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Kemenkominfo, BSSN, Cyber Crime Mabes Polri, Pusat Pertahanan Siber Kemenhan, Kemenko Polhukam, Kemenko PMK, serta pihak lain dalam rangka memastikan kebenaran berita tersebut serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Ali Ghufron dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/5/2021).

Ali Ghufron menyebut BPSJ Kesehatan telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri. Menurutnya, dalam kasus ini diduga ada pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan pelanggaran hukum yang merugikan BPJS kesehatan baik materiil dan imateriil.

Dia mengatakan BPJS Kesehatan selama ini telah melakukan berbagai upaya melalui penerapan-penerapan tata kelola teknologi informasi dan tata kelola data sesuai ketentuan sesuai standar serta peraturan perundangan yang berlaku.

"BPSJ Kesehatan juga telah bekerja sama strategis dengan BSSN dan lembaga maupun para pihak profesional dan juga tentu Kemenhan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan sistem keamanan data yang telah sesuai standar ISO 27001 yang tersertifikasi dan mengimplementasikan control objective for information technology serta menjalankan security operation center yang bekerja 24 jam dalam 7 hari untuk melakukan pengamanan jika ada hal-hal yang mencurigakan," ucapnya.

Ali Ghufron menyebut sistem keamanan di BPJS Kesehatan telah berlapis-lapis. Menurutnya, walaupun sudah melakukan sistem pengamanan sesuai standar yang berlaku, peretasan data masih sangat dimungkinkan.

"Mengingat sangat dinamisnya dunia peretasan, peristiwa peretasan pernah dialami oleh berbagai lembaga baik di dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT