Guru di Sultra Meninggal Usai 5 Hari Divaksin COVID, Satgas-KIPI Audit

Sitti Harlina - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 21:32 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi (Thinkstock)
Kendari -

Guru honorer di SD Negeri di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), meninggal dunia beberapa hari setelah divaksinasi COVID-19. Satgas COVID-19 Muna Barat menjelaskan kejadian yang dialami guru bernama Wa Ode Nurmiati (42) tersebut.

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Muna Barat, Rahman Saleh, menjelaskan Wa Ode Nurmiati (42) dinyatakan meninggal pada Minggu (23/5/2021) kemarin.

Dia menjelaskan, saat divaksinasi pada Selasa (18/5) lalu, Nurmiati dalam keadaan sehat. Sebelum vaksinasi, almarhumah juga dilakukan screening terlebih dahulu.

"Dari hasil screening dokter, semua item pertanyaan semua dia normal, tanda vital, tekanan darah, suhu, semua normal, penyakit komorbid tidak ada. Dulu sempat asma, tetapi kurang-lebih sudah 6 tahun tidak rasakan lagi, makanya dokter katakan layak untuk diberikan karena dari standar yang ada memenuhi syarat," jelas Rahman saat dihubungi, Senin (24/5).

Setelah disuntik vaksin, dokter melakukan pemantauan selama kurang-lebih 30 menit. Setelah tidak ada keluhan, para penerima vaksin diperbolehkan pulang.

Dia mengatakan para penerima vaksin juga sudah diberi tahu kalau ada keluhan atau masalah maka segera hubungi Tim Satgas COVID-19.

"Minggu baru kami dapat kabar terkait almarhumah, kita mau lakukan pemeriksaan terkait alat vital, tekanan, dan lain-lain, tapi sudah meninggal," ujarnya.

Terkait hal tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk kemudian disidangkan secara virtual dengan Komda KIPI dan Komnas KIPI.

"Hasil audit dari Komnas KIPI, untuk kesimpulan sementara penyebab kematian pasien tersebut adalah syok hypovolemik atau kekurangan darah karena sudah dua hari sedang menstruasi. Tetapi kita masih tindak lanjuti lagi, itu hasil audit sementara," pungkasnya.

(jbr/jbr)