Pemerintah Didorong Siapkan Faskes Hadapi Klaster Libur Lebaran

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 16:39 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin mengatakan tidak akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan selama masa Lebaran 2021, hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dari masyarakat yang tetap melakukan mudik meski adanya larangan pemerintah sama seperti periode tahun lalu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Foto: Petugas kesehatan di Wisma Atlet (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Klaster virus Corona pasca-libur Lebaran sudah mulai bermunculan di berbagai daerah. Pemerintah didorong untuk menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai untuk menghadapi klaster Lebaran ini.

"Cuma ada dua aja antisipasi yang bisa dilakukan (untuk hadapi klaster Lebaran). Pertama ya persiapkan infrastruktur dengan asumsi bahwa jumlah kasusnya naik terus. Dan kalau pun naik, kita sudah siap, kata Profesor Sosiologi Bencana Nanyang Technological University (NTU) Sulfikar Amir kepada wartawan, Senin (24/5/2021).

Selanjutnya, dia mengimbau agar tracing kasus Corona terus digencarkan. Menurutnya, tracing merupakan hal yang paling krusial dalam situasi seperti saat ini.

"Kedua ya tracing. Tracing ini yang paling krusial dalam situasi kayak sekarang. Gimana caranya supaya orang-orang yang terinfeksi ini bisa diisolasi sedini mungkin. Dan kontak mereka juga diisolasi secepat mungkin," ungkapnya.

Klaster Lebaran di Jakarta Timur

Sebelumnya, diberitakan bahwa salah satu klaster Corona yang telah muncul usai libur Lebaran ada di Cilangkap, Jakarta Timur. Data terbaru, 104 warga RT 03 RW 03 Cilangkap positif Corona. Sebagian warga ada yang dirawat di Wisma Atlet maupun rumah sakit. RT itu pun memberlakukan micro-lockdown.

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan warga satu RT yang positif Corona bersamaan itu diduga tertular saat silaturahmi Lebaran.

"Soal 80 ditemukan di Cipayung, sementara diduga akibat warga yang melakukan kunjungan silaturahmi lebaran satu sama lain sehingga 1 RT, di RT 003 RW 003 di Cilangkap itu tertular dan sudah dibawa ke Wisma Atlet," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/5/2021).

Tak hanya di Cilangkap, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan di daerah Ciracas ada 10 orang yang terkonfirmasi positif virus Corona saat arus balik libur Lebaran terjadi.

"Ciracas itu sampai menyebar 10 orang di RT. Makanya kita lakukan micro-lockdown di sana," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/5/2021).