Klaster Mudik di Kota Malang, 10 Orang Positif COVID-19

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 16:25 WIB
klaster mudik di malang
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Lowokdoro Gang IV, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Itu dilakukan setelah 10 warga dikabarkan positif COVID-19.

Untuk mencegah sebaran virus, warga diminta datang ke puskesmas untuk mengikuti tes swab.

Camat Sukun I Ketut Widi Wirawan membantah ada klaster lebaran atau mudik. Namun, ada salah satu warga mengalami sakit dan meninggal di hari kedua Idul Fitri lalu. Sesuai dengan keterangan dari puskesmas, lurah serta RW.

"Ini bukan klaster lebaran, memang sudah sakit sebelum lebaran, jadi bukan klaster lebaran, tapi klaster keluarga. Ada satu warga yang meninggal di RT 06, punya istri yang akhirnya positif dan punya saudara juga positif," terang Widi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/5/2021).

Widi mengaku dari tujuh orang yang dinyatakan positif COVID-19, sebagian sudah menjalani isolasi mandiri di rumah. Awalnya, ketiga pasien sempat dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen, Kota Malang. Sedangkan, empat pasien lain tengah menjalani isolasi di safe house milik Pemkot Malang.

"Jadi meninggal satu, kemudian tiga orang dalam satu rumah tertular. Sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kemudian pulang dan kini isoman. Sedangkan, empat orang lainnya berada di Safe House, salah satunya anak-anak," beber Widi.

Upaya tracing dan testing kini sedang dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Malang serta Satgas COVID-19. Dengan meminta warga untuk menjalani tes swab massal di puskesmas.

"Sebagai upaya testing dan tracing, warga mengikuti swab di puskesmas. Untuk warga yang meninggal memiliki komorbid, usianya 83 tahun," tandasnya.

Virus diduga berawal dari warga yang mudik saat lebaran lalu, satu orang meninggal dunia dan membuat satu keluarga positif COVID-19.

"Almarhum Ngartono karena dia dari luar kota, pulang, lebaran pulang ke sini langsung positif satu keluarga," kata koordinator penyemprotan disinfektan BPBD Kota Malang Cornellia Selfyana.

Di lingkungan rukun tetangga itu, ada 10 warga dari 7 rumah yang terpapar COVID-19. Sebaran virus kemudian meluas di enam rumah lainnya yang masih dalam satu RT.

"Total ada 7 rumah zona oranye. Jadi yang positif total 10 orang," tambah Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Nur Asmi.

Untuk mencegah adanya sebaran virus, warga memasang tulisan yang ditempelkan di pagar rumah. Kalimatnya adalah 'tidak menerima tamu'.

Tonton juga Video: Suasana Kampung di Pati Usai 56 Warganya Kena Corona

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)