Bupati Kebumen Minta Para Pegiat Seni Aktif Kampanyekan Prokes

Rinto Heksantoro - detikNews
Minggu, 23 Mei 2021 14:18 WIB
Pertunjukan pagelaran seni di Kebumen harus taati prokes.
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen -

Pemerintah Kabupaten Kebumen melakukan penandatanganan pakta integritas dengan para pegiat seni sebagai tanda diizinkannya kembali pertunjukan pagelaran seni di masa pandemi COVID-19 ini. Mereka juga diminta aktif mengkampanyekan prokes.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dengan Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kebumen R Suman Sri Husodo, dan Permadani mewakili pelaku seni dengan berbasis PPKM Mikro.

Acara berlangsung di Panggung Sasana Pambiwara, Kantor Dinas Kominfo Kebumen, Sabtu (22/5) malam tadi. Dalam moment tersebut sekaligus digelar pertunjukan wayang kulit yang turut dihadiri juga oleh para jajaran pimpinan OPD dan seluruh camat di Kebumen.

Arif menyatakan, pakta integritas tersebut merupakan komitmen bersama antara para pegiat atau pelaku seni dengan pemerintah agar sama-sama bisa mawas diri, menjaga keselamatan jiwa dari bahaya virus Corona. Caranya dengan patuh dan taat terhadap aturan yang berlaku dalam menjalankan setiap aktivitas.

Dalam setiap pertunjukan seni, wajib menerapkan protokol kesehatan. Kapasitasnya tidak boleh melebihi 50 persen dan hanya boleh dilakukan di wilayah zona hijau.

"Kemudian pertunjukan seni seperti wayang kulit juga kita sepakati maksimal hanya sampai pukul 01.00 WIB. Tidak boleh lebih, dan harus diselenggarakan di wilayah zona hijau. Dalam pertunjukan seni itu juga harus aktif mengkampanyekan prokes ke masyarakat atau audience," paparnya.

"Aturan itu disepakati dan harus ditaati bersama, jika melanggar, maka mereka akan mendapatkan sanksi dari pemerintah," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Arif Sugiyanto juga turut menyampaikan keprihatinan dengan kondisi para pegiat seni di Kebumen yang hampir tidak manggung selama satu tahun ini. Keprihatinan itu juga dirasakan oleh semua orang, karena memang dunia tengah dicoba dengan adanya virus Corona.

"Yang bisa kita lakukan adalah bersabar, berdoa dan terus berikhtiar agar virus ini hilang, tidak bisa menyerang tubuh kita. Caranya bagaimana? Ya tadi, prokes harus kita terapkan, pemerintah juga terus mengupayakan program vaksinasi untuk seluruh masyarakat. Artinya kita tidak boleh diam diri, pasrah begitu saja menghadapi virus ini," jelas Arif.

Arif menyebut warga yang terpapar COVID-19 di Kebumen rata-rata per hari ada 14 sampai 16 orang. Dengan pakta integritas itu, pihaknya meminta bisa menjadi perhatian bersama agar poin upaya pencegahan COVID-19 juga ditaati semua orang di semua tempat.

"Mau di tempat pariwisata, pasar, masjid, di gedung, sekolah, kantor tempat kita bekerja, semua juga harus tetap menjalankan prokes. Jangan sampai kita abai atau lalai," tandasnya.

(fhs/ega)