Bupati Kebumen Bakal Tutup Objek Wisata yang Lalai Terapkan Prokes

Rinto Heksantoro - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 22:14 WIB
Pemkab Kebumen
Foto: Pemkab Kebumen
Kebumen -

Di tengah libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto melakukan monitoring pengecekan penerapan protokol kesehatan di sejumlah objek wisata di Kebumen. Jika dijumpai pelanggaran prokes, maka obyek wisata tersebut akan ditutup kembali.

Monitoring dilaksanakan bersama seluruh jajaran Forkopimda pada Minggu (16/5/2021). Beberapa tempat wisata pun dikunjungi bupati bersama rombongan. Tempat wisata itu antara lain Goa Jatijajar, Pantai Menganti, dan Pantai Suwuk yang telah resmi dibuka di hari ketiga usai lebaran dan sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik dari lokal Kebumen, maupun dari kabupaten tetangga.

Di hari yang sama, Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih juga turut melakukan monitoring di tempat terpisah, yakni di objek wisata Pemandian Air Panas Krakal, Alian, kemudian Pentulu Indah, Karangsambung, dan Embung Cangkring di Kecamatan Sadang.

Berdasarkan pantauan, para wisatawan yang datang ke obyek wisata taat terhadap protokol kesehatan. Pihak pengelola juga ketat meminta para pengunjung untuk patuh dan taat terhadap prokes sebagai syarat masuk seperti memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.

"Alhamdulillah tadi kita lihat baik di Jatijajar maupun di Pantai Menganti, para pengunjung taat dan patuh terhadap prokes. Pakai masker, cuci tangan dan sebagainya. Pihak pengelola juga menggunakan sistem buka tutup untuk mencegah penumpukan, saya lihat sudah cukup baik," kata Arif Sugiyanto di sela kunjungannya di Pantai Menganti.

Arif melihat antusias masyarakat untuk menikmati libur lebaran sangat tinggi. Ia terus mengingatkan kepada para pengunjung dan pengelola agar prokes tetap dijalankan. Sebab, Kebumen termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Pantai Menganti sendiri sudah menjadi objek wisata nasional sehingga banyak wisatawan dari luar daerah yang terus berbondong-bondong ingin melihat keindahan pantai ini. Titik tekannya kata Arif, di saat musim ramai seperti lebaran ini, pihak pengelola harus bisa benar-benar menarapkan aturan dan tidak abai.

"Apabila di objek wisata tersebut pihak pengelola tidak dapat menerapkan protokol kesehatan, tidak bisa mendisiplinkan pengunjungnya sampai terjadi penumpukan massa yang tidak bisa terkendali, saya pastikan akan saya tutup lagi," tegas Arif.

Di tengah ramainya pengunjung, Arif menekankan pembatasan perlu dilakukan. Pihak pengelola harus bisa memastikan pengunjung tidak boleh melebih 30 persen dari kapasitas objek wisata.

"Misalnya kalau hari normal bisa nampung 10 ribu, maka sekarang dibatasi hanya 3 ribu, yang lain tidak boleh masuk, ngantri di hari berikutnya," imbuhnya.

Berdasarkan pantuan tim di lapangan memang terlihat jalan selatan yang menjadi jalan utama menuju Pantai Menganti dan pantai-pantai lain di sekitarnya terlihat padat, bahkan terjadi kemacetan. Hal ini dikarenakan adanya sistem buka tutup dan pembatasan kapasitas, bahkan banyak pengunjung yang diminta putar balik agar tidak semakin terjadi penumpukan.

"Kita juga mengingatkan kepada pengelola agar wisata tutup pukul 15.00 WIB. Seperti di Pantai Petanahan sebelum jam 16.00 WIB sore sudah tutup, pengunjung tidak boleh lebih dari 30 persen," jelas Arif.

Sementara itu Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menambahkan, pihaknya juga sudah menerjunkan aparat kepolisian untuk melakukan pemantauan setiap hari di semua objek wisata yang ada di Kebumen. Selain itu, para Polwan juga diterjunkan untuk turut serta membagikan masker.

"Kita dari aparat kepolisian setiap hari juga melakukan pemantuan kondisi di lapangan. Alhamdulillah semua terlihat berjalan kondusif, prokes berjalan dengan baik, kita juga turut mengerahkan Polwan untuk membagikan masker kepada pengunjung bagi yang kelupaan dengan pendekatan yang humanis," ucap Kapolres.

(ega/ega)