Pemkab Kebumen Izinkan Warga Gelar Hajatan, Tamu Dibatasi 25%

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 19:29 WIB
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di sela-sela rapat Koordinasi Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kebumen di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (21/5/2021).
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali mengizinkan kegiatan masyarakat yang berada di ruang publik usai Lebaran. Namun, kegiatan tersebut harus dibatasi dengan kapasitas kehadiran 25 hingga 50 persen.

"Jadi sesuai arahan atau aturan dari Kementerian Dalam Negeri pada 17 Mei 2021, masyarakat boleh mengadakan kegiatan kemasyarakatan dengan catatan kapasitasnya harus 25 persen," kata Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Jumat (21/5/2021).

Hal itu disampaikannya di sela-sela rapat Koordinasi Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kebumen di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Turut hadir dalam acara itu Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, Jajaran Pimpinan OPD dan Para Camat.

Arif mengatakan kegiatan kemasyarakatan yang dimaksud yakni hajatan nikahan, sunatan, dan semacamnya. Dalam undangan untuk para tamu diharapkan juga disertakan jam kehadiran agar tidak terjadi kerumunan.

"Kegiatan seperti hajatan atau pesta pernikahan kalau kapasitasnya itu maksimal bisa diisi 100 orang, maka hanya boleh diisi 25 orang. Nanti setelah itu bergantian, atau pun dalam undangan sudah dicantumkan jam-jamnya kapan hadirnya. Biar tidak bertabrakan, dan menumpuk, jadi perlu diatur," terangnya.

Namun, pihaknya menggarisbawahi bahwa untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya di wilayah zona hijau dan kuning dibatasi hingga 50 persen. Kegiatan tersebut di antaranya termasuk kegiatan jemaah di masjid, kegiatan salawatan, dan kegiatan pentas seni.

Kegiatan seperti itu, lanjut Arif, tetap diizinkan dengan ketentuan yang berlaku. Ia Meminta hal itu bisa dipahami secara bijaksana lantaran kasus COVID-19 di Kebumen masih cukup tinggi.

"Semua perlu kehati-hatian, kewaspadaan dan kesadaran bersama bahwa penting sekali bagi kita untuk terus menjaga prokes. Aturan ini dibuat semata-mata untuk mencegah agar tidak ada peningkatan kasus," jelasnya.

Diketahui, jumlah total pemudik yang tiba di Kebumen hingga saat ini mencapai 21.570 orang. Dari jumlah tersebut, dinyatakan terdapat 19 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan sudah dilakukan isolasi.

(ncm/ega)