Seruan Tak Biasa dari Toa Masjid Desa Miliarder di Takalar Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 16:50 WIB
Warga Desa di Takalar mendadak jadi miliarder karena uang ganti rugi lahan
Suasana desa miliarder di Takalar, Sulsel (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Warga yang mendadak menjadi miliarder di Desa Kale Komara, Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat seruan tak biasa lewat Toa masjid setelah menerima ganti rugi lahan bendungan Pammukkulu. Warga diingatkan sejumlah hal penting.

Seruan lewat Toa masjid tersebut dilakukan saat warga datang untuk melaksanakan ibadah salat Jumat (21/5/2021). Pertama, warga diingatkan agar uang hasil ganti rugi lahan mereka sebagian dipakai untuk membayar pajak tanah.

"Karena kita semua sudah dalam kondisi keuangan yang baik, maka marilah kita tidak lupa dengan kewajiban kita untuk segera bayar ki pajak tanah," terdengar seruan untuk warga.

Seruan membayar pajak tanah tersebut bahkan disampaikan secara berulang-ulang. Warga terlihat menyimak dengan cukup baik sambil tersenyum.

Seruan selanjutnya kembali terdengar. Warga diingatkan terus berhati-hati. Warga diminta tak mudah tergoda oleh tawaran mobil atau barang-barang lain dari orang tak dikenal.

"Karena Bapak-bapak sudah terima uang ganti lahan dan sekarang di kampung kita banyak orang-orang datang menawarkan mobil, motor, rumah," ujar seruan tersebut.

"Oleh sebab itu, kita ingatkan kepada Bapak-bapak semua agar tetap berhati-hati. Jangan sampai Bapak-bapak semua jadi korban penipuan dari orang-orang yang tidak Bapak kenal, yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Desa Kale Komara terletak di antara dua bukit. Warganya membangun rumah di lereng-lereng bukit tersebut. Lokasi desa yang di antara dua bukit itu kemudian membuatnya dilirik pemerintah pusat untuk proyek bendungan.

Alhasil, sekitar 400-an warga setempat menerima uang ganti rugi lahan bendungan. Nilainya tak sedikit, ada warga yang mendapat uang ganti rugi hingga Rp 10 miliar.

"Ada (dapat Rp 10 miliar). Haji Rahman. Memang banyak lahannya dia. (Warga lainnya) ada yang Rp 2 miliar, ada Rp 3 miliar, ada hampir Rp 4 miliar. Ada juga Rp 1 miliar lebih," kata kepala dusun setempat, Abdul Salam (50).

Sebagian warga juga telah memberi tanah di lokasi lain. Ada pula yang membeli mobil hingga sejumlah sepeda motor.

Simak juga 'Tanahnya Dihargai Rp 106 Miliar, Warga di Takalar Borong Mobil Mewah':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/haf)