Polisi Telusuri Dugaan Dokter Asal Sumut Jual Vaksin Ilegal di Jakarta

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 12:38 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi vaksin Corona (Foto: AP/Alastair Grant)
Jakarta -

Seorang ASN yang bertugas sebagai dokter di Rutan Tanjung Gusta, Medan, Indra Wirawan (IW), diduga menjual vaksin Corona atau COVID-19 secara ilegal di Medan hingga Jakarta. Polisi turun tangan menelusuri info tersebut.

Lokasi penjualan vaksin COVID-19 secara ilegal di Jakarta itu diduga terjadi di Kompleks Puri Delta Mas, Jakarta. Hal tersebut diketahui saat konferensi pers di Polda Sumut.

Kompleks Puri Delta Mas diketahui berada di wilayah Jakarta Utara. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengaku akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

"Saya telusuri dulu," kata Guruh saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/5/2021).

Kapolsek Penjaringan AKBP Andryansyah juga mengatakan bakal menelusuri informasi tersebut. Dia mengaku belum mendapatkan laporan praktik penjualan vaksin secara ilegal di kompleks tersebut.

"Sekarang belum ada laporan. Makanya kami cek dulu ke TKP," ujar Andryansyah.

Pengungkapan Kasus

Kasus vaksinasi COVID-19 ilegal telah diungkap oleh Polda Sumut. Ada empat orang yang telah ditetapkan tersangka.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra mengatakan para pelaku telah melancarkan aksinya sebanyak 15 kali dalam medio April hingga Mei 2021. Dia mengatakan salah satu lokasi vaksinasi ilegal tersebut berada di Jakarta.

Lokasi vaksinasi ilegal tersebut adalah Perumahan Jati Residence sebanyak 6 kali, Ruko The Great Arcade Komplek Cemara Asri sebanyak 2 kali. Kemudian Club House Citra Land Bagya City sebanyak 3 kali, di Jalan Palangkaraya sebanyak 3 kali, dan Kompleks Puri Delta Mas Jakarta sebanyak 1 kali.

"Nah khusus yang di Jakarta, kita masih mendalami dengan siapa melakukan kegiatan di Jakarta proses vaksinasi tersebut. Tapi yang jelas dokter (IW) itu berangkat ke Jakarta untuk melaksanakan vaksinasi di Jakarta," ujar Panca di Polda Sumut, Jumat (21/5).

Total, ada empat orang tersangka dalam kasus ini. Selviwaty (SW) diduga sebagai pemberi suap, sementara Indra Wirawan (IW), KS, dan SH diduga sebagai penerima suap.

IW disebut sebagai ASN yang merupakan dokter pada Rutan Tanjung Gusta, Medan. Sedangkan KS adalah ASN yang merupakan dokter pada Dinas Kesehatan Sumut.

Selviwaty dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b dan/atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor. Sementara itu, tiga orang lainnya dijerat Pasal 12 huruf a dan b dan/atau Pasal 5 ayat 2 dan/atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor.

(ygs/haf)