Hilang 3 Hari, Bocah di Manado Ditemukan Tewas dalam Karung

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 20:57 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Ilustrasi penemuan mayat (Dok. detikcom)
Manado -

Seorang bocah perempuan berinisial MS berumur 13 tahun ditemukan tewas dalam karung di perkebunan warga, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Bocah ini sempat hilang selama 3 hari sebelum ditemukan tewas dalam karung.

Kapolres Manado Kombes Elvianus Laoli mengatakan pihak melakukan penyelidikan terkait penemuan jasad bocah dalam karung tersebut. Polisi masih mendalami kasus penemuan mayat bocah dalam karung ini.

"Belum tahu karena belum ada pelaku yang tertangkap. Masih dalam lidik," kata Kombes Elvianus Laoli saat dimintai konfirmasi, Jumat (21/5/2021).

Di media sosial (medsos), penemuan mayat bocah dalam karung ini viral disebutkan terjadi di Desa Koha, Kecamatan Mandolang. Selain itu, di medsos disebut-sebut bahwa bocah 13 tahun itu korban pembunuhan.

Sebelum ditemukan tewas dalam karung, bocah 13 tahun ini dikabarkan hilang selama 3 hari. Laoli mengatakan bahwa kakak korban sempat mengajaknya pulang ke rumah pada hari terakhir pertemuan, namun korban menolak.

"Keterangan orang tua korban Eddy Sulu (51) bahwa korban turun dari rumah hari Selasa, tanggal 18 Mei 2021, sekitar pukul 18.00 sore, dan kemudian kakak korban Arlando Sulu (17) menemukan korban di jalan sementara bermain dengan temannya dengan maksud kakaknya korban mengajak pulang ke rumah namun korban bilang sedikit lagi karena belum terlalu malam setelah sudah larut malam korban tidak kunjung pulang ke rumah sampai besok paginya hari Rabu tanggal 19 Mei 2021 setelah itu adakan pencarian oleh orang tua korban bersama saudaranya namun tidak menemukan sampai hari Kamis tanggal 20 Mei 2021, dan lanjut pencarian di bantu oleh masyarakat Koha," ujarnya.

Dijelaskan Laoli, salah satu saksi bernama Andi Tumewu (32) sekitar pukul 23.30 Wita bersama 9 orang lainnya mengadakan pencarian terhadap korban. Setelah tiba di perkebunan, rombongan ini berpencar dan memasuki perkebunan Karumamah dengan maksud mencari korban.

"Setelah beberapa menit kemudian di lokasi perkebunan Karumamah saksi melihat karung berwarna putih ditutupi dengan karung warna tua tepatnya di bawah pohon pala. Kemudian saksi mendekati karung dan berteriak dengan maksud memanggil teman lain supaya teman lain mendekat dan melihat sama-sama. Saksi kedua Rijel Runtulalo (27) membuka karung itu karena penasaran apa isi karung tersebut. Setelah mendekati dan membuka karung tersebut saksi melihat kaki korban. Saksi langsung berteriak dengan maksud untuk memanggil rekan lain dan tidak lama kemudian saksi ke dua memanggil pemerintah setempat, yaitu hukum tua Desa Koha Barat, Bapak Antonius Sulu," ucapnya.

Laoli mengatakan, setelah mendapatkan informasi ada penemuan mayat bocah dalam karung, pihaknya langsung menuju tempat kejadian. Sejumlah personel diterjunkan ke lokasi, lalu mayat korban dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi.

"Sekitar pukul 05.00 Wita Tim Polda Sulut tiba di lokasi TKP penemuan mayat di Desa Koha jaga satu Kecamatan Pineleng Minahasa. Pukul 06.00 Wita Kasat Reskrim dan Tim Macan Polresta Manado tiba di TKP. Pukul 06.30 Wita korban dibawa menuju RS Bhayangkara Manado untuk dilakukan autopsi," imbuhnya.

(rfs/rfs)