Anggota DPRA Tuding Pemprov Aceh Tak Becus Tangani Corona

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 17:16 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Banda Aceh -

Kasus Corona di Aceh melonjak drastis dalam sepekan terakhir. Ketua Komisi V DPR Aceh (DPRA) M Rizal Falevi Kirani menilai Pemprov Aceh tak becus menangani Corona.

Salah satunya, kata Falevi, masih banyak warga tak percaya Corona. Dia menilai hal itu disebabkan ketidakmampuan Pemprov Aceh meyakinkan warga bahwa Corona benar-benar ada.

"Kita melihat pemerintah tidak mampu mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pentingnya prokes. Masyarakat hari ini tidak begitu percaya (Corona) karena kita tidak mampu men-transfer knowledge kepada masyarakat," kata Falevi, Jumat (21/5/2021).

Falevi mengatakan banyak masyarakat Aceh tidak mengenakan masker serta mengabaikan protokol kesehatan demi mencegah Corona. Pemerintah, katanya, hanya membagikan masker, tapi tidak mampu menjelaskan pentingnya memakai masker.

Seharusnya, kata Falevi, Pemprov Aceh melibatkan semua pihak termasuk ulama dan dayah untuk menyosialisasikan pentingnya memakai masker selama pandemi. Sosialisasi juga harus disampaikan lewat ceramah, khotbah, hingga majelis taklim.

Politikus Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini berharap masalah Corona di Aceh ditanggapi serius oleh Pemprov Aceh. Tujuannya, supaya masyarakat semakin memahami pentingnya memakai masker serta menerapkan prokes.

"Itu harus dilakukan agar masyarakat paham apa pentingnya masker," ujarnya.

"Pemerintah bukan hanya sekadar membagi-bagikan masker tapi harus bisa menjelaskan kepada masyarakat awam pentingnya prokes. Ini yang harus dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat," lanjutnya.

Untuk diketahui, kasus Corona di Aceh bertambah 688 orang selama Lebaran atau terhitung pada 13-20 Mei. Secara kumulatif, kasus COVID di Aceh mencapai 12.814 kasus dengan rincian 10.469 orang dinyatakan sembuh, 1.830 masih dirawat.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mewanti-wanti kenaikan kasus COVID-19 di 15 provinsi yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Sulawesi.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan arahan kepada kepala daerah se-Indonesia seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5). Jokowi awalnya mengingatkan soal potensi kenaikan kasus COVID-19 setelah Lebaran.

"Kasus per provinsi data-datanya sekarang kita komplit, hati-hati provinsi yang ada di Sumatera Utara. 15 Provinsi mengalami kenaikan, ini hati-hati. Sekarang kita terbuka, hati-hati Aceh, hati-hati Sumbar. Hati-hati Riau. Hati-hati Jambi, hati-hati DKI Jakarta, hati-hati Maluku, hati-hati Banten, hati-hati NTB, hati-hati Maluku Utara, hati-hati Kalteng, hati-hati Sulteng, hati-hati Sulteng, hati-hati Sulsel, hati-hati Gorontalo. Kelihatan dalam grafiknya, kurvanya semuanya kelihatan, sekarang kita tandai merah dan hijau. Sebagian ada di Sumatera, dan ada di Jawa dan juga ada di Sulawesi dan Kalimantan," ujar Jokowi.

(agse/haf)