Lazismu Salurkan 1.000 Paket Makanan & 300 Alkes ke RS di Palestina

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 21:31 WIB
Lazismu
Foto: Lazismu
Jakarta -

Lazismu menyalurkan bantuan amanah rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina di Shifa Hospital dan Jabalia Medical Center, Gaza hari ini. Setidaknya, terdapat lebih dari 600 pasien korban agresi militer Israel yang dirawat di dua rumah sakit tersebut.

Terkait hal ini, Direktur Utama Lazismu Muhammad Sabeth Abilawa mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia dan dunia dapat terus mendukung kemanusiaan dan keadilan terhadap penindasan.

"Pertikaian harus dihentikan. Karena korban jiwa semakin banyak, terutama dari kalangan anak-anak dan perempuan," tegas Sabeth dalam keterangan tertulis, Kamis (20/5/2021).

Dalam penyaluran bantuan ini, relawan Lazismu di Gaza mendistribusikan 1.000 paket makanan dan 300 paket alat medis untuk dua rumah sakit tersebut. Sabeth mengatakan pihaknya juga akan melakukan pengadaan mobil ambulans medis di Gaza bersama Muhammadiyah Aid. Mengingat saat ini konflik Israel-Palestina semakin memakan banyak korban.

Lazismu Foto: Lazismu

Menurut keterangannya, per tanggal 19 Mei, jumlah korban jiwa telah mencapai 227 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 64 anak-anak, 38 perempuan dan lebih dari 1.620 orang luka berat. Adapun angka korban luka berat terus bertambah setiap harinya.

Selain itu, Sabeth mengungkapkan konflik tersebut juga menyebabkan rusaknya bangunan di Palestina. Jumlah pengungsi saat ini pun telah mencapai 600 ribu orang.

"Terjadi banyak kerusakan rumah, infrastruktur jalan raya, gedung pelayanan publik pemerintah Palestina, sarana umum, dan area pertanian. Jumlah pengungsi mencapai 600 ribu orang, sedangkan serangan terus berlanjut. Ini informasi dari Kementerian Kesehatan Palestina dari mitra kita di Gaza," jelasnya.

Ke depan, ia mengatakan Lazismu dan Muhammadiyah Aid akan terus hadir bersama rakyat Palestina di masa-masa kritis, terutama bagi pihak paling rentan, yakni anak-anak dan perempuan. Pihaknya juga akan mendukung Palestina di masa akan datang hingga pertikaian tersebut dihentikan.

(akn/ega)