Lazismu & LPSK Salurkan Rp 22,7 Juta untuk Korban Tindak Kekerasan

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 16:55 WIB
lazismu
Foto: Lazismu
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bersama Lazismu, menyalurkan bantuan kepada salah seorang korban tindak kekerasan bernama Wasri. Bantuan senilai Rp 22.700.000 diserahkan langsung oleh Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution dan Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Barry Adhitya di kediaman Wasri di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Bantuan ini awalnya diperuntukkan untuk biaya pengobatan, tetapi kita juga berharap dan bersepakat dengan Lazismu untuk memikirkan bagaimana ada sisi pemberdayaan bagi keluarga ini," kata Nasution dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2020).

Oleh karena itu, ke depannya LPSK dan Lazismu akan melakukan pendampingan lebih lanjut memberdayakan keluarga Wasri. Selanjutnya, LPSK dan Lazismu juga menjadikan kegiatan penyaluran bantuan ini sebagai momentum awal untuk melanjutkan sinergi program sejenis di seluruh Indonesia, dimulai dengan 5 titik hingga akhir 2020.

"Ada beberapa kasus tindak kekerasan, namun pada hari ini korbannya tindak pidana penganiayaan. Di lokasi lain seperti Sumbar ada korban KDRT, NTT korban pembunuhan, dan di Kalimantan dan Papua juga ada. Kita juga berharap dengan sinergi melalui gerakan filantropis ini bisa berlangsung di masa yang akan datang," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Barry Adihitya mengatakan melalui bantuan ini, Lazismu mendukung korban terlindung di bawah naungan LPSK. Selain bantuan pembiayaan kesehatan, kerusakan psikis dan mental juga terjadi seperti trauma dan gangguan penglihatan. Ini adalah kelanjutan komitmen sejak penandatanganan MoU antara Lazismu dengan LPSK untuk dukungan perlindungan saksi dan korban.

"Beliau setahun lalu mendapat tindakan kekerasan. Ternyata diketahui pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa," jelasnya.

Lazismu berharap dukungan yang diberikan untuk membantu Wasri melunasi tagihan utang-utangnya selama pengobatan.

"Alhamdulillah pada hari ini juga dihadiri oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah dan Lazismu Batang yang sebelumnya, setelah kejadian telah lebih dulu memberikan bantuan. Sekarang, kita lengkapi untuk bantuan ini kepada Bu Wasri. Tentu masih banyak korban dari tindakan kekerasan yang tidak terlindungi oleh negara dan BPJS. Maka, Lazismu hadir beriringan dengan negara dalam hal ini LPSK dan tentunya pelibatan aktif masyarakat," tuturnya.

Lazismu mengajak kepada masyarakat memberikan pengawasan bersama, terutama untuk pencegahan tindakan kekerasan. Bahkan terkait ODGJ, salah satu standar pelayanan minimum kesehatan yang dipantau secara berkala melalui layanan kesehatan dan pemerintah daerah. Bisa dikembangkan model pelaporan dan perujukan di desa hingga pemerintah daerah setempat, puskesmas dan kepala dusun untuk bisa diberikan tindakan-tindakan pencegahan dan preventif.

(akn/ega)