KTJ Kelapa Dua Pertahankan Zona Hijau, Swab Pemudik Diprioritaskan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 17:55 WIB
Kampung Tangguh Jaya RW 15 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang
Kampung Tangguh Jaya RW 15 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang. (Dok. Ditnarkoba Polda Metro Jaya)
Tangerang -

Kampung Tangguh Jaya RW 15 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, diklaim sudah masuk zona hijau COVID-19. Untuk mempertahankan wilayah tersebut sebagai zona hijau, petugas kini memprioritaskan swab antigen terhadap pemudik.

Ketua RW 15 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tato Suprianto, mengatakan pihaknya mempertahankan zona hijau di Kampung Tangguh Jaya dengan disiplin menerapkan prokes 5M.

"Pertama, kita bekerja turun ke lapangan untuk mengedukasi, tentang bagaimana mereka bisa menjalankan 5M," kata Tato kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Arus balik Lebaran 2021 menjadi salah satu kewaspadaan di Kampung Tangguh Jaya RW 15 Kelurahan Bojong Nangka ini. Untuk itu, Satgas COVID-19 di wilayah tersebut melakukan swab antigen kepada pemudik yang kembali ke wilayah RW 15.

Total ada 75 warga RW 15 Kelurahan Bojong Nangka yang mudik dan sudah kembali ke rumah masing-masing. Dari hasil swab sejauh ini belum ditemukan adanya pemudik yang positif COVID-19.

"Kami sudah membuat SOP untuk warga kita yang melaksanakan mudik jadi kita akan data. Sebelumnya kan memang kita data dari satgas RT masing-masing. Kemudian kita lihat, mereka berangkat ke mana, tanggal berapa dan kembali tanggal berapa," tuturnya.

Sementara itu, Camat Kelapa Dua Prima mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga untuk tidak mudik dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

"Kalaupun warga yang mudik itu memang harus seizin dan sepengetahuan RT/RW dan lurah setempat," kata Prima.

Prima mengatakan pemudik yang kembali ke rumah masing-masing wajib lapor diri ke RT/RW setempat dan melakukan swab antigen mandiri.

"Kami imbau, yang mudik, yang akan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing baik RT/RW itu harus ada swab antigen mandiri. Jadi mereka melaporkan ke pihak RT/RW," katanya.

Seorang pemudik yang baru kembali ke Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Vera, mengungkapkan alasan dirinya terpaksa mudik ke Solo, Jawa Tengah, karena mertuanya meninggal.

"Sebenernya saya harus ikut dong aturan pemerintah. Tapi ini mendesak, jadi kami harus pulang ke Solo, pas hari Lebaran-nya," kata Vera.

Vera mengaku telah menjalankan prosedur perjalanan ke luar kota di masa larangan mudik tersebut. Selain mengurus SIKM, dia sudah menjalani swab sebelum berangkat.

"Kebetulan yang satu harus berangkat naik pesawat ke Solo. Jadi tadi malam kita pulang, kita lapor lagi bahwa kita harus mengikuti protokol kesehatan, kita harus swab lagi," tuturnya.

Sepulang mudik, Vera dan keluarganya mengikuti swab yang diselenggarakan di Kampung Tangguh Jaya RW 15 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, yang merupakan binaan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

(mea/mea)