Respons Kapolda Metro soal Spanduk Warga Tolak Pemudik Balik Tanpa Swab

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 18:26 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di posko swab antigen di Kampung Tangguh Sawah Besar
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di posko swab antigen di Kampung Tangguh Sawah Besar. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Warga Jakarta dan sekitarnya ramai-ramai memasang spanduk yang intinya menolak pemudik balik tanpa hasil tes COVID. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran merespons positif spanduk warga tersebut.

"Ya bagus itu kan, agar warganya sadar," kata Fadil saat meninjau pos pemeriksaan pemudik di Kampung Tangguh Jaya Kelurahan Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2021).

Menurut Fadil Imran, spanduk tersebut harus dimaknai sebagai keinginan warga bebas dari Corona. Dia pun menilai tidak ada unsur paksaan dari keberadaan spanduk tersebut.

"Kita dukung warga-warga yang peduli dengan lingkungannya. Apalagi kan ini mengajak, bukan memaksa," ujar Fadil.

Untuk diketahui, sejumlah warga di Sawah Besar, Jakarta Pusat, memasang spanduk penolakan terhadap pemudik yang kembali ke Jakarta tanpa surat keterangan negatif COVID-19. Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom mengatakan pemasangan spanduk atas inisiatif warga.

"Ya benar, ada pemasangan sepanduk oleh warga-warga. Itu adalah inisiatif dari warga sendiri dalam mendukung program pemerintah," ujar Kapolsek Saber AKP Maulana Mukarom saat dimintai konfirmasi terpisah, Sabtu (15/5).

Salah satu spanduk yang dipasang warga bertulisan 'Pemudik yang Balik Dilarang Masuk Tanpa Surat Bebas COVID-19'. Ada pula spanduk yang berbunyi 'Jangan Tulari Kami dengan COVID-19, Warga Kembali dari Kampung Wajib Rapid Test'.

Hal yang sama juga terjadi di Tangerang Selatan. Warga menolak pemudik balik sebelum dites COVID.

"Kami, Warga Kampung Onyam, Desa Kadu Menolak Para Pemudik yang Kembali Tanpa Hasil Rapid Test COVID-19" demikian tulisan di salah satu spanduk di wilayah Tangsel.

Sementara itu, sejumlah warga Kabupaten Bekasi memasang spanduk di lingkungan perumahan penduduk. Warga meminta yang baru pulang mudik untuk membawa surat bebas COVID sebelum pulang.

"Masyarakat Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Menolak Warga yang Pulang dari Mudik Tidak Membawa Hasil Test Antigen," demikian salah satu tulisan spanduk di Kecamatan Karang Bahagia.

(ygs/mea)