KKP Dukung Pembangunan Shrimp Estate di Kebumen

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 21:06 WIB
Pemkab Kebumen
Foto: Pemkab Kebumen
Kebumen -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah memiliki prasyarat untuk menjadi kawasan industri perikanan terpadu. Kawasan yang terletak di wilayah pesisir selatan itu rencananya akan dibangun setelah ada kajian lebih lanjut.

Hal itu disampaikan Dirjen Kelautan KKP Slamet Subyakto ketika berkunjung melihat lokasi yang bakal dijadikan industri perikanan di Kali Buntu, Kecamatan Klirong pada Selasa (18/5/2021) sore. Ia didampingi langsung oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, dan sejumlah jajaran Pimpinan OPD.

Slamet mengatakan kunjungan kali ini sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono beberapa bulan lalu yang telah melihat langsung potensi kelautan di Kebumen. Menurutnya, lokasi itu cocok dijadikan kawasan industri perikanan khususnya udang vaname.

"Tadi kita ke lapangan secara sepintas saya melihat potensi luar biasa kondisi air bagus, belum ada polusi, belum ada industri lain yang mencemari dan lahannya cukup luas ditambah lagi lahan sudah milik Pemda sehingga potensi konflik tidak ada. Ini yang menjadi keunggulan dan memungkinkan untuk dijadikan kawasan industri," katanya.

Setelah melakukan pemantauan dan pengecekan kondisi lapangan, pihaknya akan melakukan perencanaan lebih lanjut, baik dari sisi pendanaan maupun manajemennya. Namun, ia memastikan pembangunan kawasan industri tidak bisa dilakukan pada tahun ini.

"Kalau tahun ini belum, kita masih membutuhkan proses perencanaan dan kajian lebih lanjut. Ya semoga ini prosesnya bisa cepat," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menambahkan, ada 300 hektare tanah milik Pemkab yang bisa dijadikan kawasan industri perikanan terpadu meliputi Kecamatan Puring, Petanahan dan Klirong.

"Dengan adanya kawasan industri perikanan ini tentunya akan menambah PAD kita, dan bisa menyerap tenaga kerja baru, serta bisa menumbuhkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat," ucap Arif Sugiyanto.

Sesuai arahan Menteri KP, Arif melanjutkan, Kebumen memiliki potensi untuk pengembangan tambak budidaya udang vaname melalui skema shrimp estate. Dengan shrimp estate ini, diharapkan Kebumen bisa menjadi pelopor budi daya udang modern di Indonesia dengan hasil produksi yang melimpah dan berkualitas tinggi karena ada campur tangan teknologi dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya.

"Lahannya ada milik pemda dan shrimp estate ini bisa kita jadikan pilot project dengan melibatkan masyarakat," lanjutnya.

Produktivitas tambak udang di Kebumen sendiri berkontribusi hingga Rp 400 juta per tahunnya terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Kebanyakan tambak udang vaname tersebut masih menggunakan teknologi belum modern yakni semi intensiflum.

(mul/ega)