Ada Isu Telur Asli Dibilang Palsu, Kemendag Pastikan Pengawasan Ketat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 08:22 WIB
telur ayam diduga palsu ditemukan emak-emak di kediri
Telur ayam yang didiuga palsu ternyata asli (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Warga Kediri dihebohkan dengan pengakuan warga yang membeli telur ayam palsu. Belakangan polisi mengatakan telur ayam itu asli. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa pengawasan di pasar dilakukan dengan ketat.

"Kita tetap melakukan pengawasan. Tapi kan tahu sendiri yang barang diawasi ini kan ribuan. Tapi kan di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, terus terang saja terhadap pengawasan terutama UMKM ini kita sedikit kendor. Karena kita tahu sendiri pandemi COVID-19 ini kan merontokkan UMKM ya. Kita sendiri mendorong UMKM," kata Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono saat dihubungi, Selasa (18/5/2021).

Dia menjelaskan bahwa Kemendag akan melakukan pembinaan jika ada ditemukan pedagang yang melanggar. Namun, jika teguran tak berpengaruh, maka langkah selanjutnya rekomendasi pencabutan izin.

"Kalau kita temukan seperti itu kita bawa, kita lakukan pembinaan. Misal air minum dalam kemasan itu kan. Serba sulit kan. Kalau di aturan SNI. Kita ingatkan. Kalau masih seperti itu, misalkan itu berbadan hukum, kita rekomendasikan untuk dibekukan atau dicabut. Kalau itu perorangan itu kita imbaulah," tuturnya.

Kendati demikian, Veri mengatakan pihaknya tidak akan bertindak semena-mena saat melakukan penertiban. Sebab, UMKM juga merupakan binaan Kemendag.

"Karena kan kita tidak bisa melakukan tindakan semena-mena, melakukan penyegelan dan penyitaan. Kita tahu terkait kajian keamanan konsumen. Tapi di satu sisi, mereka UMKM kita bina juga," ujarnya.

Partai Demokrat (PD) sebelumnya menyoroti pengawasan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) terhadap jual beli bahan pokok. PD khawatir pengawasan itu berdampak pada konsumen.

"Itulah yang selalu saya sampaikan kepada Mendag tentang khawatirkan lemahnya sistem pengawasan Kementerian Perdagangan yang sangat merugikan konsumen," kata Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PD, Herman Khaeron kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Elite PD itu menyinggung beredarnya daging celeng di pasar. Dia juga menyebut hal itu juga terjadi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

"Seringkali terjadi hal serupa seperti daging celeng yang beredar di pasar, perdagangan online, dan bahkan terjadi pula di perdagangan komoditas berjangka di bawah Bappebti," tuturnya.

Herman mendorong agar Kemendag memiliki instrumen pengawasan perdagangan yang memadai. Sehingga ada efek takut bagi pelaku kejahatan perdagangan.

"Ke depan Kementerian harus memiliki instrumen yang memadai dalam pengawasan, semisal meningkatkan peran dan anggaran BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional), agar ada efek takut dan jera terhadap para pelaku kejahatan perdagangan," jelasnya.

Lebih lanjut, Herman menekankan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan di pasar. Sehingga pasar tidak menjadi sarana kejahatan perdagangan.

"Harus (diawasi ketat) dong, kalau tidak, pasar akan menjadi sarana kejahatan perdagangan," katanya.

Lihat juga video ''Teror' Isu Telur Palsu dan Dampak Generasi Kurang Protein':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2