Round-Up

Curahan Hati Guru TK Diteror 24 Debt Collector hingga Ingin Bunuh Diri

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 21:01 WIB
Ilustrasi utang pinjaman online
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur)
Jakarta -

Melati, guru TK di Malang, Jawa Timur (Jatim) diteror 24 debt collector. Ulah teror itu, Melati mengungkapkan bahwa dirinya nyaris bunuh diri.

Melati bercerita awal mula dirinya melakukan pinjaman. Hal itu dilakukannya untuk memenuhi biaya kuliah S1. Namun utangnya ke pinjaman online (pinjol) membengkak menjadi Rp 40 jutaan.

"Awal cerita saya pinjam online adalah karena kebutuhan untuk membayar biaya kuliah di salah satu universitas di Kota Malang sebesar Rp 2.500.000 karena memang dari tuntutan lembaga tempat saya mengajar harus punya ijazah S1," tutur Melati kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Banyak pertimbangan Melati ketika meminjam ke aplikasi pinjol. Melati mengungkapkan bahwa dirinya cukup kirim foto KTP dan rekening bank, uang pinjaman ditransfer ke rekeningnya.

Namun bunga pinjol sangat tinggi. Ia mencontohkan meminjam uang Rp 1,8 juta.

"Tapi uang yang saya terima Rp 1.200.000," kata Melati.

Lantaran masih ada kekurangan uang Rp 1,3 juta, Melati mencoba ke pinjol lain agar bisa mendapat Rp 2,5 juta.

Dia meminjam dari tiga pinjol untuk bisa mendapatkan Rp 2,5 juta. Namun uang yang harus dikembalikan bisa dua kali lipatnya karena dikenai bunga.

"Apabila dilihat dari biaya potongan dan bunga yang ditetapkan oleh penyelenggara pinjaman online tersebut, sangat mencekik leher saya. Tapi apa hendak dikata, di satu sisi kondisi keuangan saya terbatas dan di sisi lain harus menyelesaikan kuliah saya, apalagi sudah semester akhir, maka tanpa berpikir panjang saya menyetujui syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh mereka," ucap Melati.

Kesulitan mulai timbul ketika waktu pembayaran jatuh tempo. Melati pun pinjam melalui aplikasi lain untuk mengajukan pinjaman di 2-3 aplikasi pinjaman online yang berbeda-beda untuk membayar tagihan sebelumnya. Gali lubang tutup lobang terpaksa dilakukan karena Melati mendapat teror dan tagihan dari pinjol sebelumnya.

"Karena saya tidak punya dana untuk membayar, jadi saya pinjam lagi dan terus pinjam lagi supaya saya bisa membayar tagihan yang sudah tanggal jatuh tempo. Sampai pada akhirnya menumpuk banyak antara Rp 30-Rp 40 juta di 24 aplikasi pinjaman online yang berbeda-beda," kisah Melati.