Begini Teror 24 Debt Collector Pinjol ke Guru TK hingga Nyaris Bunuh Diri

Andi Saputra - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 11:55 WIB
Santuy Dicegat Debt Collector
Ilustrasi Debt Collector (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Warga Malang, Jawa Timur, Melati, diteror 24 debt collector hingga nyaris bunuh diri. Tak hanya nyaris bunuh diri, Melati juga dipecat dari tempatnya mengajar, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan teman.

Kisah Melati ini bermula saat dia ingin meminjam Rp 2,5 juta ke pinjaman online (pinjol) untuk biaya kuliah S1 sebagai syarat penyesuaian guru TK. Tapi karena bunga pinjaman berbunga dan sistem yang rumit, Melati diteror debt collector. Akibatnya, Melati malah dipecat dari pekerjaannya hingga nyaris bunuh diri.

"Kenyataan pahit ini membuat mental saya jatuh dan penderitaan hidup saya semakin berat. Saking beratnya saya sampai berfikir untuk mengakhiri hidup saya," tutur Melati kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Melati terpaksa gali lobang tutup lobang untuk bisa menutup pinjaman dan bunganya hingga 24 pinjol ilegal. Ia nekat menghentikan pembayaran di kala utangnya membengkak menjadi Rp 40 jutaan. Teror via SMS, telepon, WhatsApp, dan media sosial ia terima berhari-hari.

Berikut ini di antara cara-cara 24 debt collector yang meneror Melati:

1. Dari pinjol pertama, mengancam akan bertindak ke kontak-kontak yang ada dalam HP Melati dengan cara mengakses kontak data dalam handphone secara ilegal.
2. Dari pinjol kedua, mengancam menyebarkan ke seluruh kontak Melati.
3. Dari pinjol ketiga, penagihan utang dengan menyebarkan foto Melati kepada teman Melati.
4. Dari pinjol keempat, penagihan pembayaran dan saya sudah melakukan perpanjangan tenor Rp 510 ribu.
5. Dari pinjol kelima, mengancam akan mengirimkan video ketika pengajuan ke kontak HP Melati dan jika belum cukup akan di-upload di medsos Melati.
6. Dari pinjol keenam, mengancam akan mempermalukan Melati dan keluarga, akan menyalahgunakan foto, KTP, akan diviralkan di Instagram, Facebook, akan menjalankan pembekuan.
7. Dari pinjol ketujuh, mengintimidasi dengan membuat grup WhatsApp yang berisi tetangga dan keluarga dengan nama grup 'Peduli Hutang Melati' dengan mencantumkan foto KTP saya dan kata-kata yang menyakitkan, yaitu 'DICARI MALING, PENIPU/BURONAN. Lari dari tanggung jawab. Suruh dia bayar hutang sebelum foto dan data dirinya kami sebarkan ke seluruh kontaknya, termasuk memposting foto dan data dirinya di media sosial.'

Tonton juga Video: 11 Debt Collector Pengepung Serda Nurhadi Terancam 9 Tahun Penjara

[Gambas:Video 20detik]