Nestapa Korban Pinjol, Tercekik Bunga hingga Diteror Debt Collector

Andi Saputra - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 15:47 WIB
Ilustrasi utang pinjaman online
Ilustrasi pinjaman (Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur)
Jakarta -

Kemudahan meminjam lewat aplikasi pinjaman online (pinjol) membuat masyarakat tergiur. Meski bunganya selangit, tidak menyurutkan niatan masyarakat meminjam yang berujung teror.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang dikutip detikcom, Senin (17/5/2021). Di putusan itu diceritakan ada 16 korban meminjam ke pinjol dan belakangan mendapat teror dan intimidasi. Di antaranya:

1. UN
- Pinjaman pokok Rp 7,5 juta
- Pinjaman yang diterima Rp 5,3 juta
- Sudah dibayar Rp 6 juta
- Kekurangan Rp 2,3 juta

2. SW
- Pinjaman pokok Rp 14,7 juta
- Pinjaman yang diterima Rp 12,5 juta
- Pinjaman yang sudah dibayar Rp 16,1 juta

3. IDO
- Pinjaman pokok Rp 1,7 juta
- Pinjaman yang diterima Rp 1,2 juta
- Total pinjaman yang harus dibayar Rp 2,5 juta

4. NW
- Pinjaman pokok Rp 6 juta
- Pinjaman yang diterima Rp 4,9 juta
- Pinjaman yang sudah dibayar Rp 5 juta
- Kekurangan Rp 1,5 juta

5. ENF
- Pinjaman pokok Rp 4,5 juta
- Pinjaman yang diterima Rp 3,3 juta
- Pinjaman yang sudah dibayar Rp 3,4 juta
- Kekurangan Rp 2,3 juta

6. CCJR
- Pinjaman pokok Rp 20 juta
- Pinjaman yang diterima Rp 20 juta
- Total pinjaman yang harus dibayar Rp 28,7 juta
- Pinjaman yang sudah dibayar Rp 15,7 juta

7. P
- Pinjaman pokok Rp 4,5 juta
- Pinjaman yang diterima Rp 3,3 juta
- Pinjaman yang sudah dibayar Rp 3,4 juta
- Kekurangan bayar Rp 2,3 juta

"Kami tidak mengetahui suku bunga yang tinggi pada saat ada keterlambatan pembayaran. Suku bunga yang tinggi dalam pinjaman online di luar kepatutan dan kewajaran," tutur para korban.

Para nasabah juga mendapatkan teror. Pinjol bisa menyedot data ponsel nasabah secara ilegal. Kemudian debt collector pinjol itu menteror nasabah dan teman-teman nasabah.

"Seperti adanya dugaan pengancaman, penghinaan, intimidasi, fitnah, pencemaran nama baik, menyebarkan data dan foto nasabah, membuatkan grup-grup untuk nasabah di kontak handphone (HP) nasabah dengan tujuan untuk membantu menagihkan utangnya untuk mempermalukan nasabah," kata para korban.

Lihat juga Video: Waspada Pakai Pinjol untuk Rayakan Lebaran

[Gambas:Video 20detik]