18 Rumah Panggung Kampung Melayu Telah Selesai Dibangun

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 06:47 WIB
Sebagian rumah model panggung di Kampung Melayu, Jaktim, sudah jadi.
Sebagian rumah model panggung di Kampung Melayu, Jaktim, sudah jadi. (Foto: Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Renovasi rumah langganan banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), menjadi model panggung selesai dibangun. Sebanyak 18 rumah yang sebelumnya masuk dalam kategori rusak berat dan tidak layak telah dibangun.

"Sebagaimana skedul yang telah direncanakan 18 rumah yang kategori rusak berat dan tidak layak telah dilakukan bedah rumah total dan diubah menjadi konsep rumah panggung, dengan masing-masing memberikan manfaat (bukan kepemilikan) agar dimanfaatkan sebagai ruang sosial bersama pada lantai dasar. Sejumlah 18 rumah tersebut telah selesai dibangun," ujar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS BAZIS prov DKI Saat Suharto Amjad, saat dihubungi Minggu (16/5/2021).

Meski sudah selesai, Saat mengatakan peresmian masih belum akan dilakukan. Hal ini karena masih adanya penyelesaian sumur resapan di lantai dasar rumah panggung yang dibuat.

"Iya betul sudah selesai, akan tetapi untuk peresmiannya kami merencanakan hingga 11 minggu ke depan, karena meskipun lantai 2 dan 3 sudah selesai tapi lantai dasar masih akan dikerjakan sumur resapan," kata Saat.

Saat menyebutkan, pembangunan infrastructure ruang sosial akan kembali dilakukan usai libur Idul Fitri. Selain itu dilakukan juga bedah fasad terhadap 24 rumah.

"Setelah dua minggu libur Iedul Fitri ini insyaAllah kita akan memulai pembangunan infrastructure pada ruang sosial tadi seperti jalan, sumur resapan, ruang bermain anak, ruang kegiatan ekonomi, dan lain-lain serta melakukan ubah suai tampak muka (fasad) pada 24 rumah yang dilakukan bedah fasad," tuturnya.

"Kami merencanakan pembangunan tahap berikutnya tadi selama 9 minggu ke depan," sambungnya.

Dia menuturkan, penataan kampung ini menggunakan konsep dasar Kampung Regeneration. Penataan disebut dimulai dari identifikasi kerawanan dan cara untuk meminimalisirnya.

"Penataan kampung ini menggunakan konsep dasar Kampung Regeneration dimana kita mulai dari apa kerawanan/kerentanan kampung yang bisa kita minimalisir/kurangi dan meningkatkan potensi kekuatan kampung. Kerentanan utama dari banjir diatasi dengan konsep rumah panggung, kohesivitas sosial diatasi dengan konsep ruang sosial sedang potensi masyarakat di kampung tersebut adalah pembuat makanan kue basah," ujar Saat.

Simak video 'Pengamat Komentari Rumah Panggung DKI: Tidak Menyelesaikan Masalah Banjir':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/aik)