Warga Kebumen Diminta Tak Halalbihalal Usai Salat Id

Rinto Heksantoro - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 10:55 WIB
Pemkab Kebumen
Foto: dok. Pemkab Kebumen
Kebumen -

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengajak masyarakat agar tetap mamatuhi protokol kesehatan, termasuk tidak membuat kerumunan baru yang berpotensi dapat menyebarkan virus Corona di Kebumen.

Arif meminta masyarakat agar tidak melaksanakan halalbihalal usai menjalankan ibadah Salat Idul Fitri. Masyarakat disarankan agar tetap di rumah seperti lebaran tahun lalu. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona.

"Saya imbau kepada masyarakat, usai Salat Idul Fitri tak perlu keliling untuk salam-salaman, atau halalbihalal. Ora salaman tetap seduluran. Kondisi Lebaran tahun ini hampir sama dengan Lebaran tahun lalu," kata Arif usai salat tarawih dan silaturahmi bersama di Masjid Ar Rahman, Kauman, Gombong, Kebumen, Selasa (11/5) malam.

Arif tidak melarang pelaksanaan Salat Id baik di lapangan maupun di masjid, dengan syarat protokol kesehatan tetap dijalankan. Selain itu, materi khotbah Salat Id juga diminta dipercepat dan usai Salat Id warga diminta langsung pulang ke rumah masing-masing.

"Untuk pelaksanaan Salat Id kita izinkan silakan, mau di lapangan atau di masjid dengan prokes yang ketat. Kemudian saya juga minta khotbah dipercepat, tidak perlu lama-lama, setelah salat pulang ke rumah masing-masing, masyarakat bisa menikmati sayur opor dan ketupat tanpa perlu mengadakan halalbihalal," imbuhya.

Di Kebumen ada tiga desa yang memang dilarang untuk melaksanakan Salat Id karena kasus Corona di desa tersebut meningkat. Terdapat kematian tiga orang secara beruntun akibat terpapar COVID-19. Arif meminta hal tersebut menjadi perhatian bersama.

Dalam penanganan virus Corona ini pihaknya mengedepankan upaya pencegahan agar virus tidak semakin meluas. Sehingga aturan-aturan tentang perayaan hari Raya Idul Fitri perlu dibuat. Jumlah pemudik yang tiba di Kebumen, kata Arif, sudah mencapai 9.134 orang. Beberapa di antaranya ditemukan reaktif.

"Yang bisa kita lakukan adalah melakukan upaya pencegahan sedini mungkin agar kasus Corona di Kebumen tidak terus meningkat karena jumlah pemudik di Kebumen cukup banyak. Jika tidak diantisipasi dengan aturan yang ada maka bisa jadi akan menambah angka kasus baru," jelasnya.

Ada beberapa aturan yang diterapkan saat Lebaran tahun ini. Selain aturan pelaksanaan Salat Id dan larangan halalbihalal, Pemkab Kebumen juga menutup wisata selama 3 hari usai lebaran, melarang pesta pernikahan selama 7 hari setelah lebaran dan menutup alun-alun Kebumen pada malam takbiran Rabu (12/5), mulai pukul 16.00 WIB.

Simak juga video 'Sejarah dan Makna Halalbihalal':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)