30 Tahun Mitra Netra: Inovasi Teknologi Anti Pandemi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 08:54 WIB
Kegiatan Mitra Netra
Menyanyi dengan Caca di yayasan Mitra Netra dengan Anita Tanjung (Ketua Pembina Mitra Netra) (Foto: Dok Mitra Netra)
Jakarta -

Tanggal 14 Mei mendatang genap 30 tahun sudah Mitra Netra berdiri mewujudkan tuna netra yang cerdas, mandiri dan bermanfaat. Perjalanan panjang selama 30 tahun Mitra Netra telah merevolusi banyak aspek kehidupan tuna netra.

"Visi Mitra Netra menjadi pengembang dan penyedia layanan guna terwujudnya tuna netra cerdas, mandiri dan bermanfaat. Mitra Netra terus melakukan inovasi sehingga saat pandemi menerpa sudah mempersiapkan dari awal dan ini sangat membantu tuna netra. Semoga inovasi yang dilakukan bisa menginspirasi yayasan lainnya, " kata Founder CT Arsa Foundation yang juga Ketua Pembina Mitra Netra, Anita Ratnasari Tanjung, Selasa (11/5/2021).

Untuk mewujudkan visinya tersebut, Mitra Netra terus berinovasi. Inovasi teknologi menjadi bagian dari upaya mencari solusi mencerdaskan tuna netra agar bisa mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat. "Mitra Netra tidak hanya berinovasi tapi juga memberikan solusi. Karena itu banyak bantuan dari luar negeri mempercayakan Mitra Netra terutama di bidang teknologi," kata Anita.

Founder Mitra Netra, Bambang Basuki menambahkan inovasi yang dilakukan Mitra Netra telah mendapatkan pengakuan dari dalam dan luar negeri. Salah satunya perpustakaan online yang bisa diakses oleh tuna netra di seluruh Indonesia melaluipustaka.mitranetra.or.id.

"Ada 3.650 judul buku braile, 1.546 buku elektronik yang bisa diakses secara gratis. Ada tiga versi ada buku braile, ada audio digital, ada buku elektronik. Ada buku cerita sampai pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Arab, sampai kamus pun sudah didigitalisasi untuk kepentingan tuna netra," kata Bambang.

Kegiatan Mitra NetraOuting anak-anak tuna netra di Kebun Raya Bogor bersama Ketua Pembina Anita Tanjung (Foto: Dok Mitra Netra)

Selain membuat materi dalam berbagai bentuk digital, Mitra Netra juga membuat format pendidikan sederajat. Selain itu Mitra Netra juga memberikan layanan konseling sampai orientasi lingkungan agar tuna netra bisa bergerak secara mandiri dengan aman. Mitra Netra juga bekerjasama dengan sejumlah sekolah sampai perguruan tinggi untuk memberikan pendidikan yang sama kualitasnya.

"Alhamdulillah kita dapat respons positif ada 4 universitas yang menyatakan akan memasukkan strategi pembelajaran ini yaitu UNJ, Universitas Negeri Surabaya, kemudian UIN Yogyakarta. Universitas Terbuka juga datang ke kami supaya bisa diakses, 20 Mei nanti ada penandatanganan," terangnya.

Kegiatan Mitra NetraPre-employment soft skill training (Foto: Dok Mitra Netra)

Kabag Humas Mitra Netra Aria Indrawati menambahkan, inisiasi braile book conventer dan kamus digital jadi inovasi penting Mitra Netra lainnya. Mitra Netra bahkan mampu membuat buku braile untuk mata ajar Matematika yang menggunakan simbol khusus

"Mitra Netra Electronic Dictionary juga sangat membantu tuna netra untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mendapatkan skor yang menggembirakan. Bahasa Inggris tidak lagi dianggap sulit karena bisa mengakses kamus," kata Aria yang juga Ketua Pertuni ini.

Kegiatan Mitra NetraOrientation & mobility training (Foto: Dok Mitra Netra)

Mitra Netra juga menjadi lembaga pertama di Indonesia yang menghadirkan komputer bicara. Untuk menyebarkan inovasi dan solusi ke daerah, Mitra Netra mengakses donor lokal dan internasional supaya bisa menyelenggarakannya.

"Beberapa pendukung seperti Microsoft, Overbrook Nippon Network on Educational Technology (ON-NET), Philadelphia School of Blind mereka membiayai pengembangan software komputer kami," terang Aria.

(van/knv)