Para Relawan Ini Tetap Bantu Tuna Netra di Tengah Pandemi Corona

Herianto Batubara - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2020 22:01 WIB
Komunitas Readers Abiyoso
Foto: Komunitas Readers Abiyoso (ist)
Jakarta -

Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso tetap berkarya di tengah masa pandemi virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Para relawan balai yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) ini tetap bekerja keras menyediakan layanan literasi bagi penyandang disabilitas sensorik netra (PDSN), mereka juga ikut memberikan bantuan sosial.

Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos menyampaikan, BLBI Abiyoso adalah satu-satunya lembaga penyedia layanan literasi bagi PDSN di bawah naungan Kemensos. Lembaga ini diberi mandat mengelola literasi braille untuk memenuhi kebutuhan literasi PDSN yang beragam, baik dari format maupun konten.

Dalam melaksanakan mandat tersebut, BLBI Abiyoso bersinergi dengan berbagai pihak, baik dari unsur pemerintahan, swasta, maupun masyarakat umum. Salah satu mitra yang berkontribusi besar adalah Komunitas Readers Abiyoso. Komunitas ini terdiri dari para relawan dari kalangan masyarakat umum.

Mereka, para relawan ini, secara sukarela membacakan buku yang kemudian akan direkam ke dalam kaset pita dan compact disk (CD). Kaset pita dan CD yang berisi rekaman pembacaan buku ini kemudian akan disebarkan ke seluruh penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.

Komunitas Readers AbiyosoKomunitas Readers Abiyoso Foto: Komunitas Readers Abiyoso (ist)

Merebaknya pandemi COVID-19 juga tidak membuat para Reader Abiyoso berhenti berkarya dalam aktivitas sosialnya. Meski tidak bisa melakukan rekaman atau sulih suara dikarenakan harus bekerja dari rumah dalam upaya menghindari penyebaran virus ini, namun Reader Abiyoso terlibat aktif dalam penggalangan dana serta penyaluran sembako dan uang tunai untuk para penyandang disabilitas yang terdampak COVID-19.

Sembako yang disalurkan sebanyak 175 paket sembako kepada Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Jabar wilayah Kota Bandung dan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jabar wilayah Kota Cimahi. Penyaluran bantuan ini juga disaksikan oleh Ibu Attalia (Ibu Gubernur Jawa Barat).

Reader Abiyoso bersama Kepala BLBI Abiyoso juga menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp 10 Juta kepada Yayasan Daya Inspirasi Disabilitas Indonesia (DiffsCare) yang disalurkan kepada teman-teman penyandang disabilitas terdampak COVID-19.

Ditjen Rehsos Kemensos menyampaikan, cikal bakal komunitas ini mulai terbentuk pada 2008, diprakarsai Erna Kaniawati, salah seorang pegawai BLBI Abiyoso yang menjabat sebagai pengalih suara. Saat itu, dia menganggap dengan semakin meningkatnya kebutuhan PDSN akan buku audio (buku bicara), maka perlu penambahan pembaca. Kemudian timbullah ide beliau untuk mengajak sahabat-sahabatnya untuk berpartisipasi.

Terdorong niat bersedekah, mereka pun setuju dan mulai terlibat secara aktif 'bersedekah suara'. Istilah itu disematkan karena mereka melaksanakannya dengan sukarela, tanpa pamrih. Awalnya, kumpulan relawan pembaca tersebut belum diberi nama Komunitas Readers Abiyoso. Nama itu baru ditetapkan pada 2010.

Dalam perkembangannya, peran komunitas Reader Abiyoso ini tidak hanya berupa sulih suara secara sukarela. Mereka pun selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial BLBI Abiyoso, baik yang berhubungan dengan para mitra maupun masyarakat, terkhusus para PDSN.

Selain itu, berbagai kegiatan sosial pun banyak diinisiasi oleh Reader Abiyoso. Misalnya nonton bioskop bersama siswa/i disabilitas netra sekaligus menjadi pembisik bagi mereka, menjadi reader bagi PDSN, berdonasi bagi warga sekitar terkhusus para PDSN, turut mendanai Acara buka puasa bersama PDSN dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Tahun 2018, Reader Abiyoso juga menjadi salah satu donatur kegiatan Pameran Literasi dalam rangka Hari Buku Nasional yang diselenggarakan BLBI Abiyoso bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat, bertempat di Gedung BLBI Abiyoso.

Komunitas Readers AbiyosoKomunitas Readers Abiyoso Foto: Komunitas Readers Abiyoso (ist)

Komunitas Readers Abiyoso dan beberapa sahabat disabilitas netra juga sempat diundang ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta oleh Nicky Hogan (mantan Direktur Pengembangan BEI) dalam peluncuran buku yang ditulisnya sendiri. Buku ini dialihurufkan ke dalam braille oleh BLBI Abiyoso, sekaligus disulihsuarakan oleh Reader Abiyoso. Buku ini bahkan menerima MURI AWARD sebagai buku saham dalam bentuk braille pertama di dunia.

Mengingat pentingnya upaya pemenuhan kebutuhan literasi PDSN, para relawan ini pun tidak pernah berhenti meningkatkan kecakapannya dalam hal sulih suara, misalnya dengan mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kapasitas di bidang tersebut. Seluruh upaya ini demi terus meningkatkan kualitas produk buku bicara yang dihasilkan agar dapat diterima lebih baik oleh para PDSN.

Hingga saat ini Reader Abiyoso telah beranggotakan 25 orang. Siapapun bisa tergabung menjadi Reader Abiyoso, yang terpenting memiliki komitmen untuk bisa membacakan buku atau mensulihsuarakannya secara sukarela hingga buku tersebut selesai untuk kemudian diproduksi.

(hri/idh)