Usai Ditegur Menhub, KCI Tes Antigen Acak ke Calon Penumpang KRL

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 13:52 WIB
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegur PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) karena melihat adanya penumpukan di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. PT KCI pun melaksanakan apa yang menjadi arahan Menhub Budi untuk mencegah penumpukan calon penumpang KRL pada masa libur Lebaran.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyebut KCI mulai Sabtu (15/5/2021) siang ini tes antigen COVID-19 dilaksanakan secara acak kepada para pengguna KRL. Ada empat stasiun yang disediakan layanan tes antigen acak mengingat jumlah penggunanya cukup banyak selama masa libur Lebaran.

"Tes antigen tersebut dilakukan di Stasiun Manggarai, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Tes antigen acak ini akan berlangsung hingga hari Minggu (16/5) esok," kata Anne dalam keterangan tertulis hari ini.

Anne mengatakan tes antigen acak dilakukan sebelum pengguna bertransaksi untuk membeli tiket ataupun tap masuk di gate elektronik stasiun. Menurutnya, para calon penumpang KRL yang hasilnya negatif akan dipersilakan melanjutkan perjalanan dengan KRL.

"Sementara para pengguna yang hasilnya positif akan tidak diizinkan naik KRL dan datanya dilaporkan ke satgas COVID-19 setempat," ucapnya.

Selain rapid test antigen, Anne menyebut mulai hari ini KCI juga telah menambah 14 jadwal perjalanan KRL. Sehingga setiap harinya pada masa libur Lebaran ini KCI mengoperasikan 900 perjalanan kereta.

"KAI Commuter mengajak para pengguna KRL merencanakan perjalanannya dengan baik agar terhindar dari kepadatan. Pada masa libur lebaran ini, pergerakan pengguna KRL terpusat di siang hari yaitu 10.00-13.00 WIB," ujarnya.

"Berbagai upaya tersebut merupakan bentuk konsistensi KAI Commuter dalam melayani pengguna dengan mengutamakan protokol kesehatan, termasuk pada masa libur Lebaran kali ini. Kami mengajak para pengguna untuk memahami dan senantiasa mengikuti protokol kesehatan 3M yang berlaku di stasiun serta di dalam KRL. Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya tetap di rumah dan tidak menggunakan KRL demi kesehatan dan keselamatan bersama pada masa pandemi COVID-19 ini," tambah Anne.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2