Kemenag Imbau Khutbah Idul Fitri Paling Lama 20 Menit

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 16:43 WIB
Umat ​​Muslim Indonesia menjalani salat idul fitri dengan jarak terpisah guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Salat Id digelar sebagai tanda Idul Fitri yang menandai akhir bulan puasa Ramadhan di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, Minggu, 24 Mei 2020. Jutaan orang di negara Muslim terbesar di dunia ini menandai festival keagamaan Idul Fitri yang diredam dan suram, akhir bulan puasa Ramadhan - perayaan tiga hari yang biasanya menggembirakan yang telah secara signifikan dikurangi karena kasus Coronavirus di Jawa Timur ini terus melambung tinggi angka kasus positifnya. (Foto AP / Trisnadi)
Salat Idul Fitri (AP/Trisnadi)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau khutbah Idul Fitri agar digelar singkat. Mimbar yang digunakan juga diminta agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah.

"Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit," demikian salah satu poin panduan penyelenggaraan salat Idul Fitri dari Kemenag yang dikutip, Rabu (12/5/2021).

Kemenag meminta masyarakat yang berada di zona merah dan oranye menunaikan salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Sedangkan masyarakat di zona hijau dan kuning bisa menunaikan salat di masjid dan lapangan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Ketiga, salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari COVID-19, yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang," tulis keterangan dari Kemenag.

Berikut ini panduan salat Idul Fitri yang disampaikan Kemenag:

a. Salat Idul Fitri dilakukan sesuai rukun salat dan khutbah Idul Fitri diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir;

b. Jemaah salat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;

c. Panitia salat Idul Fitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;

d. Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan lapangan;

e. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan salat Idul Fitri dan selama menyimak khutbah Idul Fitri di masjid dan lapangan;

f. Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.

g. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah;

h. Seusai pelaksanaan salat Idul Fitri jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

- Panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Idul Fitri sebelum menggelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Penanganan COVID-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan COVID dijalankan dengan baik, aman dan terkendali.

- Silaturahim dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House/Halal Bihalai di lingkungan kantor atau komunitas;

- Dalam hal terjadi perkembangan ekstrem COVID-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif COVID, adanya mutasi varian baru virus corona di suatu daerah, maka pelaksanaan surat edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat

(knv/imk)