Polisi: Sebanyak Apa Pun Personel Susah Cegah Pemudik, yang Penting Kesadaran

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 16:27 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Foto: Wilda/detikcom)
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Pos penyekatan di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, selama dua hari terakhir ini 'dijebol' oleh pemudik. Polisi terpaksa meloloskan para pemudik karena situasi di lokasi sudah macet total.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, pihaknya tidak bisa melakukan upaya paksa terhadap para pemudik. Polis tidak bisa memposisikan para pemudik seperti halnya pengunjuk rasa anarkis.

"Karena mereka juga tidak mungkin kita paksa, dorong karena mereka bukan pengunjuk rasa. Jadi tetap malam itu kita lakukan dengan persuasif dan sebagainya," kata Sambodo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Sambodo mengatakan sebesar apa pun personel yang diturunkan tidak bisa membendung keinginan para pemudik. Selama masyarakat tidak menyadari pentingnya untuk tidak mudik.

"Seberapa besar pasukan kita terjunkan yang kita butuhkan adalah kesadaran kolektif masyarakat untuk sama-sama mau mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik," katanya.

Di sisi lain, polisi juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Banyak pemudik yang membawa bayi dan lain sebagainya, sehingga polisi mempertimbangkan untuk meloloskan pemudik.

"Lagi pula banyak pemudik dari mereka yang bawa anak bayi dan sebagainya. Oleh sebab itu, kami lakukan diskresi oleh kepolisian untuk kemudian secara bertahap membuka penyekatan untuk kemudian mereka bisa lolos hanya sekedar untuk memecah kerumunan," jelas Sambodo.

Sambodo mengatakan, meski pemudik lolos di penyekatan Kedungwaringin, penyekatan akan dilakukan di pos berikutnya. Jika pemudik bisa lolos dari Karawang, masih banyak pos penyekatan lainnya yang ada di wilayah Purwakarta, Subang, dan Indramayu.

"Bahkan ke kota mana pun ketika para pemudik masuk itu masuk ke kota tertentu itu pasti ada penyekatan. Itulah sebabnya kita laksanakan penyekatan berlapis dengan 381 titik di Pulau Jawa saja. Jadi ini yang kita lakukan," kata Sambodo.

(mea/mea)