Satgas Ingatkan Kasus Corona Bakal Naik Jika Warga Memaksa Mudik!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 15:32 WIB
Jakarta -

Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa potensi penularan Corona akan meningkat jika masyarakat tetap memaksakan diri untuk mudik. Sebab mobilitas warga akan memicu penularan virus Corona.

"Dampak dari peningkatan kasus dapat dilihat dalam dua sampai tiga minggu pasca kegiatan mudik. Pada prinsipnya terdapat potensi peningkatan kasus apabila masyarakat terus memaksakan diri untuk melakukan mudik karena mereka berpeluang tertular dan menularkan Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/5/2021).

Kepada kepala daerah, Wiku meminta agar melakukan pengetatan di perbatasan. Jika ada warga yang lolos mudik, maka harus dilakukan karantina selama 5 hari.

"Saya meminta kepada pemerintah daerah dan satgas daerah untuk melakukan karantina selama 5x24 jam bagi masyarakat yang datang dari luar daerahnya sehingga dapat mencegah terjadinya penularan dengan optimalisasi melalui posko di desa atau kelurahan," tagasnya.

Wiku menyadari masih ada pemudik yang lolos saat larangan mudik diberlakukan. Namun, petugas akan tetap melakukan penindakan dan pencegahan di lapangan.

"Memang terdapat beberapa kejadian pemudik yang lolos. Namun sebagian besar berhasil untuk dikontrol kegiatannya sesuai dengan kebijakan yang berlalu. Kebijakan peniadaan mudik akan tetap berjalan dan aturan akan ditegakkan oleh petugas di lapangan," katanya.

Lebih lanjut, Wiku mengatakan pemerintah akan melakukan koordinasi lintas sektor dalam melakukan penyekatan. Warga yang ditemukan positif Corona saat operasi dilaksanakan, maka akan ditangani lebih lanjut.

"Koordinasi dan komunikasi terus dilaksanakan lintas sektor. Dan penanganan pemudik yang positif Covid-19 harus putar balik arah dan tidak boleh melanjutkan perjalan. Dan sesampainya di tempat tujuan, pelaku perjalanan wajib melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui penanganan selanjutnya," tutur Wiku.

(lir/tor)