Korban Tambang Emas Longsor di Sumbar Jadi 5 Orang, 4 Tewas

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 22:17 WIB
A miner uses a hammer to crush rocks with ore at Tierra Amarilla town, near Copiapo city, north of Santiago, Chile, December 16, 2015. As copper prices have slid to a more than six-year low, miners laboring away at the countless smaller mines that pock mark the Atacama desert are finding the buckets of ore they spend all day digging from the ground are fetching less and less money.   Picture taken December 16, 2015. REUTERS/Ivan Alvarado
Ilustrasi pertambangan (REUTERS/Ivan Alvarado)
Solok Selatan -

Korban akibat tambang emas ilegal yang longsor di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, bertambah menjadi lima orang. Sebanyak empat orang di antaranya ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi patah kaki.

"Empat ditemukan meninggal dunia, satu mengalami patah kaki dan patah tulang punggung," kata Kapolres Solok Selatan AKBP Tedy Purnanto saat dimintai konfirmasi, Senin (10/5/1021) malam.

Empat korban yang ditemukan meninggal itu adalah Iyas (35), warga Jorong Bukik Malintang Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir. Kemudian Buyung, (40) warga Jorong Bidar Alam Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan.

Lalu Ad (40) warga Jorong Sungai Rambutan Nagari Lubuk Gadang Selatan serta Sizal (45) warga Jorong Sungai Rambutan Nagari Lubuk Gadang Selatan Kecamatan Sangir. Sedangkan satu korban yang patah kaki ialah Sitio, (37) warga Jorong Sungai Rambutan Nagari Lubuk Gadang Selatan.

"Ke empat korban yang meninggal dunia telah tiba di rumah duka," kata Tedy.

Tedy mengatakan proses pencarian masih dilakukan. Diperkirakan masih ada korban lainnya yang tertimbun.

"Masih dalam pencarian," ujarnya.

Peristiwa longsor ini diketahui terjadi pada Senin (10/5) pagi. Tambang emas yang berada di Timbahan, Jorong Kapalo Koto, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, disebut ilegal.

"Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB. Siang tadi kita baru dapat laporan. Informasi sementara, ada empat orang yang tertimbun longsor," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Padang Asnedi, kepada wartawan.

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Saat itu ada enam orang yang tertimbun, empat di antaranya meninggal dunia. Asnedi mengatakan seusai longsor pada Januari, lokasi tambang itu sempat ditutup.

"Infonya (lokasi) yang terakhir kejadian kemarin penambangan emas ilegal ya. Sebenarnya, infonya sudah ditutup, kok masih ada?," ujarnya.

(eva/eva)