Daftar Pertanyaan Kontroversial Tes ASN KPK: Dari Lepas Jilbab hingga Qunut

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 12:44 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ujian alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN) pegawai KPK menjadi perdebatan. Betapa tidak, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam ujian tersebut menimbulkan kontroversi.

Pertanyaan-pertanyaan dalam tes alih status menjadi ASN itu berisi soal jilbab, homoseksual, Habib Rizieq Shihab, ucapan hari Natal, hingga hal gaib. Publik pun bertanya-tanya apa alasan pertanyaan-pertanyaan itu diajukan dalam ujian itu.

Berbagai pihak menilai pertanyaan yang diajukan dalam tes alih status menjadi ASN para pegawai KPK itu aneh dan janggal. Apalagi, buntutnya ada 75 pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos, termasuk Novel Baswedan.

Salah satu sorotan datang dari Pengamat hukum tata negara Feri Amsari. Feri menilai pertanyaan-pertanyaan dalam tes alih status pegawai KPK itu immoral.

"Ada juga penjahat yang lebih profesional ya sistematis, bagus, bersih mainnya kita bingung mau seperti apa. Maka timbul lah pertanyaan-pertanyaan jahat. Kurang jahat apa orang bertanya kepada perempuan yang tidak memiliki anak ditanya kenapa Anda tidak memiliki anak setelah menikah itu kurang jahat apa? Itu tidak hanya immoral tapi sifat setan, orang yang tahu dia tidak boleh bertanya akan melukai perasaan orang lain tapi dia akan lakukan," kata Feri, dalam diskusi virtual, Minggu (9/5/2021)

Kritik juga datang dari MUI hingga Muhammadiyah. Mereka menyorot perihal pertanyaan soal doa qunut. MUI menilai pertanyaan itu tidak toleran, sementara Muhammadiyah menilai pertanyaan itu tak sepantasnya ditanyakan.

Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dianggap kontroversi:

1. Jilbab

Salah satu pertanyaan janggal dalam tes alih status pegawai KPK yakni perihal jilbab. Salah seorang sumber detikcom di KPK yang merupakan pegawai perempuan mengaku ditanya perihal jilbab. Bila pegawai perempuan itu enggan melepas jilbab, dianggap lebih mementingkan diri sendiri.

"Aku ditanya bersedia enggak lepas jilbab. Pas jawab nggak bersedia, dibilang berarti lebih mementingkan pribadi daripada bangsa negara," ucap pegawai KPK itu, Jumat (7/5/2021).

Pegawai perempuan KPK lainnya mengaku ditanya urusan pribadi. Dia pun heran dengan ragam pertanyaan itu.

"Ditanya kenapa belum punya anak," ucap pegawai KPK perempuan itu.

"Ditanya kenapa cerai," imbuh pegawai lainnya.

2. Qunut

Selain jilbab, doa qunut hingga urusan pernikahan juga masuk dalam deretan pertanyaan alih status pegawai KPK. Salah seorang pegawai KPK menceritakan kepada detikcom perihal tes itu. Apa saja pertanyaannya?

"Ya ditanya subuhnya pakai qunut apa nggak? Ditanya Islam-nya Islam apa? Ada yang ditanya kenapa belum nikah, masih ada hasrat apa nggak?" ujar pegawai KPK itu, Rabu (5/5/2021).

Pegawai KPK itu heran atas maksud pertanyaan tersebut. Ragam pertanyaan itu terjadi saat sesi wawancara.

"Ditanya kalau anaknya nikah beda agama gimana," sambungnya.

3. HRS dan FPI

Pertanyaan soal organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI) dan Habib Rizieq Shihab (HRS) ini diungkap Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari. Feri menilai pertanyaan terkait FPI dan HRS itu mengada-ada.

"Tes berisi hal yang janggal dan mengada-ngada. Misalnya pertanyaan terkait FPI dan pendapat pegawai terhadap program pemerintah padahal pegawai tidak boleh secara etis berurusan dengan perdebatan politik dan mereka tidak boleh menunjukkan dukungan atau tidak dukungan terhadap program-program pemerintah karena bisa saja program itu terkait kasus korupsi," kata Feri kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Mengenai kejanggalan pertanyaan itu, Feri menyebut dia mendengar langsung dari pegawai KPK yang telah mengikuti tes. Feri mengatakan tes itu tidak sesuai dengan UU Nomor 19 Tahun 2019. Dia juga mendengar pada soal itu ada nama Habib Rizieq Shihab.

"Tes tidak sesuai dengan UU KPK yang baru karena tidak terdapat ketentuan mengenai tes alih status. Keinginan tes lebih banyak dari kehendak pimpinan KPK melalui peraturan komisi sehingga secara administrasi bermasalah," kata dia.

"Saya dengar begitu (soal Habib Rizieq Shihab)," jelasnya.

4. LGBT

Pertanyaan soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) juga masuk dalam tes tersebut. Pertanyaan itu muncul dalam bagian esai.

Selain itu, ada juga pertanyaan mengenai homoseksual dalam tes alih status pegawai KPK itu. Ada 2 pertanyaan mengenai homoseksual di bagian pertama. Berikut daftarnya:

1. Hak kaum homosex harus tetap dipenuhi.
2. Kaum homosex harus diberikan hukuman badan.

Lihat juga Video: Abraham Samad Duga Ada Skenario di Balik Tes TWK KPK

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3