Pangdam Jaya: Debt Collector Tak Hormati Serda Nurhadi yang Tolong Warga

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 10:49 WIB
Konferensi pers Pangdam Jaya soal Serda Nurhadi (Sachril-detikcom)
Konferensi pers Pangdam Jaya soal Serda Nurhadi (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman buka suara soal Serda Nurhadi yang dikepung debt collector di Jakarta Utara (Jakut). Dia mengatakan Serda Nurhadi saat itu hanya ingin menolong warga.

"Sangat disayangkan para debt collector tidak menghormati, menghargai ada petugas, anggota TNI yang mencoba membawa kendaraan ke rumah sakit, hanya ingin menolong masyarakat," kata Dudung di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dia mengatakan Kodam Jaya telah bertindak dengan mengamankan Nurhadi dan melakukan klarifikasi. Menurut Dudung, Nurhadi tak berkaitan dengan pemilik mobil yang sedang dikejar debt collector itu.

"Tidak ada kaitan sama sekali, Serda Nurhadi hanya ingin membantu agar tidak terjadi kemacetan, membantu masyarakat yang sedang kesulitan," ucapnya.

Dudung menyebut Nurhadi ingin membantu warga yang hendak ke rumah sakit. Menurutnya, saat itu terjadi kemacetan sehingga Nurhadi turun tangan.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda, perilaku debt collector seperti ini akan kita hentikan," ucapnya.

Sebelumnya, pengepungan terhadap seorang anggota TNI ini viral lewat video yang beredar di media sosial. Dalam video itu disebut bahwa warga menyerang anggota TNI, tapi anggota TNI itu tidak memberikan perlawanan.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS pun mengklarifikasi video viral tersebut. Herwin menjelaskan Serda Nurhadi, yang merupakan Babinsa Ramil Semper Timur II/O5 Kodim Utara 0502, hendak mengantar orang sakit ke rumah sakit (RS) lalu dikepung beberapa orang debt collector.

Peristiwa dalam video viral itu terjadi pada Kamis (6/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu Serda Nurhadi memang tengah memakai seragam dinas PDL loreng.

"Pada saat Serda Nurhadi anggota Babinsa Semper Timur Kodim 0502/ Jakut berada di Kantor Kelurahan Semper Timur dan adanya laporan dari anggota PPSU/Satpol PP atas nama Muh Abduh melihat ada kendaraan yang dikerubuti oleh kelompok orang sehingga menyebabkan kemacetan, kurang-lebih 10 orang, kemudian di dalam mobil tersebut ada anak kecil dan seorang yang sakit (om dan Tante N)," kata Herwin dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5).

Tonton video 'Ungkapan Maaf Debt Collector Pengepung Serda Nurhadi':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/fjp)