Terjaring Penyekatan, Pria Ini Berkaca-kaca Ingin Mudik karena di-PHK

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 17:10 WIB
Ali Husen (37), pria yang hendak mudik ke Indramayu karena di PHK
Ali Husen (37), pria hendak mudik ke Indramayu karena di PHK (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Beragam cerita dari warga yang ingin mudik terungkap saat dicegah dan diperiksa di pos penyekatan. Salah satunya Ali Husen (37), seorang buruh di Jakarta yang bersikeras ingin mudik ke Indramayu, Jawa Barat, karena mengaku telah diputus kerja oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Ali sambil berkaca-kaca menceritakan alasannya ingin sekali mudik pada Lebaran tahun ini. Hal itu karena Ali sudah putus asa hidup di Jakarta semenjak terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) pada awal Ramadhan.

"Ya gimana ya namanya sudah lama tidak pulang, nah terus saya di-PHK dari perusahaan sebelum puasa, terus daripada saya di Jakarta, lama, mendingan saya pulang, daripada saya di Jakarta, lama, mendingan saya pulang. Daripada di Jakarta lama udah itu, ya sama saja luntang-lantunglah, nggak ada tujuan," kata Ali kepada wartawan di Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/5/2021).

Ali adalah satu dari 3.000 orang di perusahaannya yang terkena PHK. Karena itulah, ia mengaku bingung untuk menyambung hidup di Jakarta dalam keadaan tidak memiliki pekerjaan apapun.

"Sekarang kan perusahaan juga ibaratnya punya wewenang artinya perusahaan, sebelum puasa itu udah di-off-in semuanya, karyawan hampir 2.000-an 3.000an satu perusahaan. Makanya dari puasa saya juga bingung kan mau ngapain, kerja bingung kan, yaudalah pulang," ungkapnya.

Ali tidak mempersiapkan apapun sebagai syarat perjalanan mudik, termasuk surat hasil rapid test COVID-19. Ali sengaja tidak melakukan rapid test karena biayanya digunakan untuk ongkos mudik.

"Ya setahu saya sih rapid test, cuman kan saya gimana ya, kalau di Jakarta kan izin rapid test juga kan butuh biaya juga kan, makanya ya daripada buat rapid test mendingan saya pulang buat ongkos, gitu aja," tuturnya.

Di pos penyekatan, Ali ditawarkan untuk rapid test gratis oleh petugas. Namun, Ali awalnya tetap bersikeras tidak mau dirapid test karena dapat membatalkan puasa.

"Nggak maunya sih orang yang namanya ibaratnya ya, testnya kaya gitu, saya kan lagi puasa, cuman kan Insyaallah ya niatnya pulang, niatnya ketemu keluarga ya puasa kan ibaratnya bisa diganti di hari berikutnya," kata Ali.

Namun akhirnya Ali mengalah dan bersedia untuk dirapid test. Hal itu dilakukan Ali semata-mata agar bisa mudik dan bertemu dengan anak dan istrinya di Indramayu.

"Ya saya tahu, cuman ya mungkin orangnya, namanya adat, ibaratnya keyakinan beda-beda ya, makanya ya itu haknya masing-masing. Kalau mau dites ya silakan, ya nggak ya tidak apa-apa," ucapnya.

(whn/fas)