9 Ribu Lebih Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Bekasi-Karawang

Afzal Nur Iman - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 16:10 WIB
Kedungwaringin
Penyekatan kendaraan di posko Kedungwaringin, Bekasi, Jabar. (Foto: 20detik)
Jakarta -

Polres Metro Kabupaten Bekasi membuat pos penyekatan di sembilan titik untuk menghalau kendaraan yang hendak mudik. Hingga hari keempat mulai berlakunya larangan mudik, lebih dari 9 ribu kendaraan diputar balik di perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang.

"Jadi gini kalau berdasar data statistik kita, per pukul 06.00 WIB pagi itu udah 9.500 sekian pemudik yang diputar balik," kata Kapolres Metro Kabupaten Bekasi Kombes Hendra Gunawan, saat dihubungi, Minggu (9/5/2021).

Hendra mengatakan pos penyekatan di Kedungwaringin menjadi yang terbanyak memutarbalikkan kendaraan yang diduga hendak melakukan mudik. Pos penyekatan ini merupakan perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang.

"Iya wilayah Kabupaten Bekasi, Kedungwaringin, sekitar 7.000-an, kalau semuanya dengan (Jembatan) Cibeet, ada 9 pos penyekatan itu totalnya sekitar 9.500-an," ucapnya.

Dia menyebut pos penyekatan di Kedungwaringin juga merupakan posko dengan jumlah personel terbanyak. Menurutnya, sebanyak 118 personel gabungan TNI-Polri hingga Dishub disiagakan dalam setiap shift-nya.

"Petugas kita untuk di Kedungwaringin paling banyak, selain anggota Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Dinkes, Tagana, Saka Bhayangkara banyak, kalau tidak salah satu hari itu 118 orang, satu shift-nya 118 orang, semuanya ya. Sekitar itu naik-turunlah ya," ujarnya.

Hendra membeberkan kendaraan yang diputar balik didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Namun ada juga minibus travel dan truk.

"Travel kalau sifatnya komersial dia mengangkut penumpang, kemudian minta bayaran, itu kita tilang, kita kandangin, dan kita kasih jadwal sidang setelah Lebaran," katanya.

Minta Pekerja Tak Diberi Libur Panjang

Lebih jauh, Hendra meminta agar para pengusaha tidak memberi libur panjang bagi para pekerja saat Lebaran. Jika ada pengusaha yang memberi libur panjang diminta agar bertanggungjawab jika ada pekerjanya yang mudik kembali ke Kabupaten Bekasi.

"Apabila mereka tenaga kerjanya mudik, saya minta kepada mereka nih pelaku usaha, ketika pulang buruhnya nih wajib minimal swab antigen. Jadi, tanggungjawabnya ditanggung perusahaan, biaya, jika nanti dia positif harus dikarantina terpusat, membiayai hotelnya jangan membebankan pemerintah," ucapnya.

Hendra meminta agar pelaku usaha hanya memberikan 3 hari waktu libur saat Lebaran. Menurutnya jika memberi libur panjang sama saja memberi fasilitas bagi pekerja untuk mudik.

"Di Bekasi ada 1,7 juta pekerja, buruh, kalau dikasih libur panjang begitu bayangin, berapa yang harus kita sekat," katanya.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudik dengan kesadaran pribadi. Hendra khawatir akan terjadi lonjakan angka positif COVID-19 jika masyarakat masih tetap memaksakan untuk mudik ke kampung halaman.

"Namun penurunan ini mendapat ujian nih, ujiannya itu kegiatan mudik lebaran, mudik lebaran nih sebenarnya ujian dari Allah, kalau kita lolos ujian ini maka nanti tadi, penurunan yang signifikan ini akan terus menurun. Tapi kalau kita ujiannya gagal ini potensi lonjakan akan sangat besar," ucapnya.

Lihat Video: Viral Penyekatan Diterobos Pemotor, Kapolda Jabar: Bukan Jebol

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)