Urusan Qunut-Jilbab di Tes KPK Masih Jadi Misteri

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 14:38 WIB
Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur Jakarta membuat sebagian huruf P di yang menempel di Gedung KPK Ambrol. Begini penampakannya.
Gedung Merah Putih KPK (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Pertanyaan nyeleneh dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status pegawai KPK menjadi ASN menjadi polemik. Urusan doa qunut hingga jilbab muncul dalam pertanyaan tes yang tak ada hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi itu hingga kini masih menjadi misteri.

Sejumlah pertanyaan aneh itu ditanyakan ke pegawai KPK saat tes alih status sebagai ASN. Pertama, ada yang mengaku ditanya soal doa qunut yang biasanya dibaca sebagian umat Muslim saat saat salat subuh.

"Ya ditanya subuhnya pakai qunut apa nggak? Ditanya Islam-nya Islam apa? Ada yang ditanya kenapa belum nikah, masih ada hasrat apa nggak?" ujar salah satu pegawai KPK, Rabu (5/5/2021).

Selain itu, ada juga pegawai perempuan KPK yang ditanyakan persoalan pribadi. Ada pegawai perempuan KPK yang ditanya bersedia menjadi istri kedua atau tidak.

"Ada yang ditanya kenapa belum nikah. Masih ada hasrat apa nggak. Ditanya mau jadi istri kedua saya nggak," ucap pegawai KPK itu kepada detikcom, Jumat (7/5).

"Nggak tahu maksudnya hasrat apa," imbuhnya.

Selain itu, ada pula pertanyaan soal bersedia atau tidak melepas jilbab yang ditanyakan kepada pegawai KPK. Pertanyaan-pertanyaan nyeleneh itu kemudian memicu polemik dan kritik kepada KPK hingga penyelenggara tes.

"Aku ditanya bersedia nggak lepas jilbab. Pas jawab nggak bersedia, dibilang berarti lebih mementingkan pribadi daripada bangsa negara," ucap pegawai KPK itu, Jumat (7/5).

Pegawai perempuan KPK lainnya mengaku ditanya urusan pribadi. Dia pun heran dengan ragam pertanyaan itu.

"Ditanya kenapa belum punya anak," ucap pegawai KPK perempuan itu.

"Ditanya kenapa cerai," imbuh pegawai lainnya.

KPK Lempar Bola Panas

Dengan banyaknya kritik terkait pertanyaan-pertanyaan nyeleneh dalam tes alih stastus menjadi ASN, KPK menyebut tidak mau dibawa-bawa. KPK melemparkan 'bola panas' kepada penyelenggara asesmen, yakni Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Komisi Pemberantasan Korupsi bukan merupakan penyelenggara asesmen. Seperti dijelaskan sebelumnya, asesmen tes wawasan kebangsaan ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ucap Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (8/5).

Dia mengatakan BKN turut melibatkan sejumlah instansi, seperti BIN, BAIS-TNI, Pusintel TNI AD, Dinas Psikologi TNI AD, hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ali menyebut semua materi berupa soal serta pertanyaan saat wawancara disusun BKN bersama lembaga-lembaga tersebut.

"Semua alat tes berupa soal dan materi wawancara disusun oleh BKN bersama lembaga-lembaga tersebut. Sebelum melaksanakan wawancara, telah dilakukan penyamaan persepsi dengan pewawancara dari beberapa lembaga tersebut," ucapnya.

Jawaban BKN ada di halaman selanjutnya:

Simak Video: Abraham Samad Duga Ada Skenario di Balik Tes TWK KPK

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2