Catat! Syarat Keluar Masuk Setiap Wilayah Jabodetabek

ADVERTISEMENT

Round-Up

Catat! Syarat Keluar Masuk Setiap Wilayah Jabodetabek

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 03:31 WIB
Jelang hari raya Idul Fitri pemudik mulai mencari jalur-jalur aman termasuk jalan pintas guna menghindari penyekatan.
Foto ilustrasi, petugas mengatur jalur mudik pada masa larangan mudik 2021 ini. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Kota Bekasi: Pakai SIKM

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan pihaknya patuh terhadap perintah Pemerintah Pusat bahwa mudik lokal dilarang, meskipun hanya mudik sebatas Jabodetabek saja.

Bila warga aglomerasi Jabodetabek harus masuk ke Kota Bekasi untuk keperluan non-mudik, maka warga tersebut harus membawa SIKM.

Untuk keluar Kota Bekasi ke wilayah aglomerasi Jabodetabek, Dishub bisa memberikan surat izin keluar.

Berikut adalah keterangan dari Pemkot Bekasi, sebagaimana disampaikan Pemkot lewat keterangan pers, Sabtu (8/5) kemarin.

Pengecualian Operasi Peniadaan Mudik dilakukan hanya bagi:

a. Orang yang bekerja/sedang perjalanan dinas (ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta);
b. Kunjungan keluarga sakit;
c. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal dibuktikan dengan membawa surat kematian;
d. Ibu hamil (dengan 1 orang pendamping);
e. Orang dengan kepentingan melahirkan (maksimal 2 orang pendamping);
f. Pelayanan kesehatan darurat.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi berhak memberikan surat izin keluar dengan persyaratan sebagai berikut :
a. Surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah berlaku untuk perjalanan Dinas.
b. Surat pengantar dari Ketua RT dan Ketua RW tempat tinggalnya serta mendapat legalisir dari kelurahan;
C. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak bermeterai sesuai alasan kepentingan bepergian;
d. Surat keterangan hasil rapid test antigen/swab test (berlaku 1x24 jam) sebelum keberangkatan yang dibuktikan dengan stempel basah.

Pemkab Bekasi: Siapkan penyekatan

Kabupaten Bekasi menyiapkan pos penyekatan untuk meminimalisir pelanggaran larangan mudik. Ada lma titik penyekatan, termasuk jalur-jalur tikus.

Perlu SIKM bila warga aglomerasi Jabodetabek punya maksud dan tujuan non-mudik? Siapkan saja SIKM Anda bila hendak masuk Kabupaten Bekasi karena Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Sukri, tidak menjawab pasti.

"Mungkin seperti itu (perlu SIKM)," kata Sukri, Jumat (7/5) kemarin.


(dnu/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT