KPK Lempar 'Bola Panas': Materi Wawancara Tes ASN Disusun BKN-Lembaga Terkait

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 19:24 WIB
Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tes alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) dikritik karena sejumlah materi pertanyaannya dianggap tidak relevan. KPK menegaskan bahwa soal dan materi wawancara dalam tes alih status itu disusun oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan lembaga terkait lainnya.

"Semua alat tes berupa soal dan materi wawancara disusun oleh BKN bersama lembaga-lembaga tersebut. Sebelum melaksanakan wawancara telah dilakukan penyamaan persepsi dengan pewawancara dari beberapa lembaga tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

"Dalam penyelenggaraan asesmen tes wawasan kebangsaan, Komisi Pemberantasan Korupsi bukan merupakan penyelenggara asesmen. Seperti dijelaskan sebelumnya, asesmen tes wawasan kebangsaan ini diselenggarakan oleh BKN," imbuhnya.

Dalam melaksanakan tes tersebut BKN melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS-TNI), Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat (Pusintel TNI AD), Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat (DISPSIAD), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ali mengaku menerima berbagai masukan dari publik yang mempertanyakan relevansi antara materi wawancara dengan tugas dan fungsi KPK. Dia menyebut tes asesmen tertulis dan wawancara itu semata-mata dilakukan untuk penguatan integritas.

"Kami juga menerima masukan dari publik yang mempertanyakan relevansi beberapa materi dalam wawancara yang tidak berhubungan dengan tupoksi KPK dan ini menurut kami bisa menjadi masukan bagi penyelenggara asesmen. Kami menggarisbawahi bahwa asesmen tes tertulis dan wawancara ini difokuskan untuk mengukur penguatan integritas dan netralitas ASN," ungkapnya.

Ali menuturkan kompetensi pegawai KPK sudah diuji sejak awal rekrutmen sehingga, kata Ali, aspek tersebut tidak dilakukan tes kembali.

"Adapun mengenai aspek kompetensi, perlu kami tegaskan kembali, pegawai KPK pada saat rekrutmen awal sudah memenuhi persyaratan kompetensi dan integritas sehingga aspek ini tidak dilakukan tes kembali," tuturnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2