Larangan Mudik Lokal Dikritik: Kebijakan Tak Jelas yang Diyakini Tak Efektif!

ADVERTISEMENT

Larangan Mudik Lokal Dikritik: Kebijakan Tak Jelas yang Diyakini Tak Efektif!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 18:38 WIB
Larangan mudik telah diberlakukan sejak Kamis (6/5) lalu. Penyekatan pun dilakukan di sejumlah titik di kawasan Bekasi, salah satunya perbatasan Bekasi-Karawang
Foto: Ilustrasi penyekatan larangan mudik (Rifkianto Nugroho)

Sebelumnya, penegasan bahwa mudik lokal di wilayah aglomerasi ini dilarang disampaikan oleh juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Wiku menegaskan kegiatan nonmudik masih diizinkan.

"Kegiatan selain mudik di suatu wilayah kabupaten/kota atau aglomerasi, khususnya di sektor-sektor esensial, akan tetap beroperasi tanpa penyekatan apa pun, demi melancarkan kegiatan sosial-ekonomi daerah," ujar Wiku dalam keterangan pers, Kamis (6/5/2021).

Kawasan aglomerasi di Indonesia antara lain:

1. Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros
2. Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo
3. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan
4. Bandung Raya
5. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
6. Semarang, Kendal, Ungaran dan Purwodadi
7. Yogyakarta Raya
8. Solo Raya

Wiku menerangkan kebijakan ini sebagai langkah pemerintah untuk melindungi masyarakat agar tak tertular COVID-19. Wiku menyebut saat ini ada dua bahaya yang mengancam.

"Pertama adalah sirkulasi varian virus mutasi dari luar negeri yang berpotensi lebih berbahaya. Kedua, masyarakat ingin bersilaturahmi fisik dengan mudik. Kami tidak ingin terjadi seperti keadaan di India," kata Wiku.


(rdp/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT