Selamat! Ini Dia 3 Pemenang Lomba Karya Ilmiah Kementerian PUPR 2021

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 19:38 WIB
Lomba Karya Ilmiah SDA
Foto: Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR
Bandung -

Gelaran persaingan Lomba Karya Ilmiah (LKI) bidang Sumber Daya Air (SDA) tahun 2021 telah selesai dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Rangkaian perlombaan ini sudah dilaksanakan sejak 14 April hingga 4 Mei 2021.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Jarot Widyoko mengatakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia ke-14 pihaknya menggelar lomba LKI bidang SDA untuk siswa SMA, SMK, dan MA tingkat nasional.

"Saya menyampaikan ucapan selamat kepada semua Finalis LKI, karena adik-adik merupakan yang terbaik. Penyelenggaraan lomba karya ilmiah ini saya harapkan juga dapat dijadikan ajang untuk meningkatkan minat para siswa dalam melakukan kegiatan ilmiah, khususnya inovasi dalam bidang sumber daya air untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negeri kita," demikian disampaikan Jarot yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Bina Teknik SDA Eko Winar Irianto di Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

"Besar harapan lomba ini dapat menumbuhkan kepedulian para generasi muda terhadap pengelolaan sumber daya air. Serta dapat meningkatkan kesadaran pentingnya memelihara lingkungan hidup kepada siswa sejak dini dan menggali pengetahuan tentang pengelolaan SDA yang berkelanjutan," tambahnya.

LKI bidang SDA 2021 diikuti oleh 897 siswa yang terbagi dalam 334 tim. Mereka berasal dari 196 SMA, 75 SMK, dan 63 MA dari 24 provinsi yang ada di Indonesia. Pada 26-28 April 2021 lalu telah diseleksi sebanyak 10 besar makalah dari perwakilan provinsi Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau, dan Sumatera Utara.

Dari ajang tersebut, terpilih tiga juara yaitu juara pertama diduduki oleh SMA Swasta As Syafiiyah Internasional Medan, juara kedua ditempati SMA Negeri 4 Singaraja dan juara ketiga diperoleh SMK BPI Bandung. Mereka masing-masing berhak mendapatkan hadiah tropi, sertifikat, dan uang pembinaan dari dana APBN untuk menunjang kegiatan penelitian ilmiah di sekolah.

Eko menambahkan melalui lomba ini para peserta mampu memunculkan inovasi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air. Salah satunya, kata dia, siswa mampu melihat potensi kearifan lokal di wilayahnya.

"Mereka bisa berinovasi agar SDA makin baik. Tentu ada yang melalui teknologi, kearifan lokal atau teknologi lain yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara bersama-sama. Bagi kami ini sangat penting karena ini kita harus mewariskan sumber daya kita makin baik tidak mewariskan air mata tapi mata air," kata dia.

Eko mengatakan tahun ini para siswa dapat membuat prototipe secara mandiri di rumah masing-masing. Meski masih dalam skala kecil, ia optimis para generasi muda dapat melakukan pengelolaan sumber daya air di lingkungannya.

"Artinya banyak temuan yang dilakukan dan berdasar pada lingkungan atau referensi yang ada dan memberi dampak secara umum. Saya optimis kondisi ini akan memberikan kepercayaan diri mereka bahwa pengelolaan sumber daya air kewajiban kita bersama sehingga mereka dapat berfikir agar SDA kita lebih baik," ujarnya.

"Pada prinsipnya saya mengajak semua generasi muda agar peduli SDA karena tidak bisa kita gantikan. Kalau kita tidak bisa mengolah maka akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sehingga kita tetap bisa menetapkan tata ruang, DAS yang baik sehingga bencana bisa dikurangi," tandas Eko.

Ketua Tim Dewan Juri Prof Robert M Delinom menambahkan pandemi berpengaruh pada pelaksanaan perlombaan terutama dari segi jumlah peserta dan hasil inovasi yang ditemukan.

"Kalo dari hasil yang saya lihat memang pandemi sangat mempengaruhi. Waktu mereka berkumpul sedikit. Saya melihat tahun sekarang hampir mirip dengan tahu lalu (hasil karya). Tahun sekarang lebih banyak yang kita pilih lebih ke kearifan lokalnya," tutur Robert.

Senada dengan itu, salah satu Dewan Juri dari dari Direktorat SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Dr Juandanilsyah menuturkan perlombaan ini menjadi ajang para siswa menjadi peneliti di masa yang akan datang.

"Saya melihat bahwa tadi ada ketentuan dewan juri jadi yang dinilai itu presentasi, kemampuan mereka terhadap substansi, penampilan, tetapi itu sudah masuk ketentuan final. Di awal orisinalitas dan penelitian ekonomis. Baiknya sangat berguna dan bisa digunakan oleh masyarakat," ujar Juandanilsyah.

Dia berpesan meski tidak keluar sebagai juara, para siswa tetap bersemangat untuk melakukan penelitian-penelitian lain. "Jangan berhenti, apapun yang mereka ingin lakukan ya laksanakan saja. Karena siapa tau ini jadi temuan yang fenomenal dan bisa dikembangkan lebih lanjut, lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat. Jadi talenta anak-anak Indonesia sesungguhnya hebat-hebat," pungkasnya.

(fhs/ega)