Antisipasi Krisis, Masyarakat Didorong untuk Mulai 'Investasi' Air

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:34 WIB
Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Prof Eko Winar Irianto
Foto: Siti Fatimah / detikcom
Bandung -

Berbagai produk investasi sudah dilakukan oleh masyarakat untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan. Namun, permasalahan lingkungan yang menyebabkan krisis air terkadang tak masuk dalam perhitungan.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko mengatakan, sumber daya air merupakan bagian dari sumber daya alam yang ketersediaannya terbatas. Investasi yang diartikan sebagai pengelolaan sumber air pun dinilai jadi salah satu cara yang bisa diterapkan masyarakat.

"Seiring dengan bertambah jumlah penduduk dan kebutuhan manusia maka tuntutan terhadap sumber daya air kualitas maupun kuantitas semakin tinggi. Tuntutan tersebut perlu dikelola dengan sangat baik agar tidak mengakibatkan krisis air," kata Jarot dalam sambutannya yang diwakili Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Prof Eko Winar Irianto, saat membuka kontes Final Lomba Karya Ilmiah Bidang SDA tingkat Nasional di Bandung, Selasa (4/5/2021).

Selain adanya potensi krisis air, meningkatnya jumlah penduduk juga berkaitan erat dengan dampak meningkatnya kuantitas air limbah. Keberadaan dan aksesibilitas air bersih, kata dia, mempunyai korelasi dengan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

Pihaknya menyebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat yaitu dengan investasi sumber daya air. "Dalam persepektif ekonomi perlu dibangun pemahaman bahwa air adalah sumber yang berharga. Dengan demikian, upaya pengelolaan sumber air yang tepat merupakan suatu investasi yang berharga bagi keberlanjutan kehidupan manusia dan lingkungan hidup pada umumnya," jelasnya.

Senada dengan itu, Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Prof Eko Winar Irianto menambahkan, investasi SDA tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi saja. Menurutnya, keuntungan investasi ini berpengaruh pada kualitas hidup dalam bermasyarakat.

"Itu ekonomi yang bukan mengambil keuntungan semata tetapi ada kesejahteraan masyarakat yang tercukupi dan lingkungan yang mendukung agar lebih baik. Bisa kita sebut ekonomi yang berkelanjutan," kata Eko.

Salah satu gerakan investasi sumber daya air seperti dari yang sederhana dengan menabung air di sumur resapan dan lubang biopori. Sama halnya seperti tabungan, air dari atap rumah yang tertampung di sumur resapan dapat menambah saldo ketersediaan air.

Berbagai macam teknologi pendukung ketahanan sumber daya air pun diciptakan. Kata Eko, beberapa teknologi tersebut diantaranya teknologi pengendalian pencemaran, teknologi konstruksi untuk pengendalian dan pencegahan daya rusak SDA.

"Teknologi SDA ini ada yang bersifat konstruksi, kearifan lokal dengan menjaga sumber daya air yang sudah ada dan bersifat sederhana hingga yang bersifat proses misalnya dengan menampung air bersih," pungkasnya.

Tonton juga Video: Demam Investasi saat Pandemi, Ada yang Untung dan Merugi

[Gambas:Video 20detik]




(ega/ega)