Hapus Buta Aksara Quran, Pemkot Bogor Luncurkan Gerakan Bogor Mengaji

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 10:19 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meluncurkan gerakan Bogor Mengaji sekaligus penyerahan kartu ATM dan BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan guru ngaji di Masjid Al Mujahidin, Mekarwangi, Tanah Sareal, Rabu (5/5). Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan inisiatif ini lahir sebagai upaya untuk mengentaskan buta aksara alquran di Kota Bogor dengan sasaran warga pra lanjut usia.

"Tradisi tadarus, khataman Al Quran telah ada di kota ini sejak lama. Tetapi tentunya alangkah baiknya apabila kita bersama-sama juga menyempurnakan lafaz kita ketika membaca alquran bagi semua. Termasuk bagi saya dan keluarga, bagi pimpinan di Balaikota, Camat, Lurah, ASN, PKK, sampai warga," ungkap Bima dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021).

Bima menyebut, tahap pertama gerakan Bogor Mengaji akan dimulai dengan jumlah peserta sebanyak 2.000 orang yang akan berjalan selama 6 bulan.

"Dibagi sekitar 30 orang di setiap kelurahan, 15 akhwat dan 15 ikhwan. Alhamdulillah telah bersedia bergabung 83 pembimbing atau guru ngaji dalam gerakan ini. Angkatan pertama ini juga akan berjalan selama 6 bulan," jelasnya.

Bima pun mengajak semua pihak untuk ikut terlibat melalui infaq dan sumbangan lainnya, guna menyukseskan gerakan Bogor Mengaji.

"Insyaallah apabila Allah berkehendak, dibukakan pintu hati dari warga yang akan menyalurkan sebagian dari rezekinya. Bagi para donatur yang menyumbang Infaq mendapatkan berkahnya, diberikan pahalanya, Bagi ustaz ataupun bagi santri tentunya juga mendapartkan manfaat dalam hal disempurnakan untuk membaca Al Quran," terangnya.

Menurut Bima, penting bagi Pemerintah Kota Bogor untuk bersinergi dengan alim ulama, terutama dalam membangun akhlak.

"Bagaimana komitmen pemerintah harus fokus, konsisten untuk membangun akhlak warga semua. Banyak persoalan di sini dan di berbagai pelosok Kota Bogor yang awalnya karena kurangnya pondasi akhlak tadi. Karena itu perlahan tapi pasti, Insyaallah pemerintah terus fokus untuk membangun karakter akhlaq menuju insan yang akhlakul karimah, Insyaallah," pungkasnya.

Selain meluncurkan gerakan Bogor Mengaji, Pemkot Bogor juga menyerahkan kartu ATM bank BJB serta kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kartu ATM ini nantinya akan dipergunakan untuk penyaluran insentif bagi guru ngaji.

"Sejak beberapa tahun lalu kita sama-sama luncurkan program Insentif Guru Ngaji. Ini bagian dari komitmen Pemkot Bogor untuk memuliakan guru ngaji, walaupun secara nominal memang masih jauh dari harapan tentunya. Tapi paling tidak atensi, perhatian, kasih sayang, rasa cinta kami. Pesannya bahwa ini adalah satu bidang yang betul-betul kami fokuskan," terangnya.

Diungkapkan Bima, ke depan pihaknya akan terus berupaya dalam memperbaiki, meningkatkan jumlah penerima hingga menambah jumlah insentif.

"Tahun ini kami anggarkan sekitar Rp 5,04 miliar untuk insentif guru ngaji se-Kota Bogor. Kami berterima kasih atas kolaborasi dengan Bank BJB, dengan BPJS Ketenagakerjaan. Jumlahnya terus ditambah, fasilitasnya juga kita tambah. Sekarang dimasukan disitu BPJS Ketenagakerjaan, jadi asuransi apabila terjadi sesuatu pada mereka," tuturnya.

Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat, Dodo Suharto menambahkan jumlah guru ngaji yang sudah didaftarkan Pemkot Bogor ke BPJS Ketenagakerjaan yaitu sebanyak 2.802 orang.

"Apabila ada peserta atau guru ngaji yang mengalami kecelakaan kerja maka akan menjadi tanggung jawab BPJS untuk memberikan pengobatan sampai sembuh. Tentunya apabila ada peserta yang meninggal dunia pada saat bekerja, putra-putrinya akan mendapatkan beasiswa sampai menyelesaikan pendidikan S1. Jadi dua orang anak (dari guru ngaji) akan mendapatkan beasiswa dari kami," terang Dodo.

Dia berharap program dari Kota Bogor ini bisa menjadi contoh bagi kota/kabupaten lain di Jawa Barat.

"Ini baru pertama kali. Kami berterima kasih kepada Pak Wali yang telah mendaftar guru ngaji di Kota Bogor menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Sehingga kami dapat menjalankan amanah dari pemerintah yaitu menyelenggarakan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Bogor," katanya.

Di sisi lain, salah seorang guru ngaji penerima insentif di RW 02, Kelurahan Kebon Kelapa, Bogor Tengah, Ustaz Achmad Nizar menilai perhatian dari Pemkot Bogor sangat dirasakan manfaatnya.

"Alhamdulillah sudah lebih memperhatikan guru ngaji dalam beberapa tahun terakhir. Dulu sama sekali tidak ada. Bahkan tahun ini ada kenaikan insentif untuk para guru ngaji. Sekarang juga lebih mudah diberikan kartu ATM jadi bisa diambil setiap bulan, sebelumnya per tiga bulan sekali," kata Nizar.

"Semoga apa yang dilakukan Pemkot Bogor, khususnya Pak Wali Kota dan jajaran menjadi keberkahan. Insentif ini bisa digunakan untuk kebutuhan madrasah, disamping itu bisa buat kebutuhan sehari-hari. Harapan ke depannya, program insentif ini bisa terus ada," pungkasnya.

(ega/ega)