Round-Up

Gempar Dugaan Investasi Bodong 212 Mart Bikin Rugi Rp 2 Miliar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 03:17 WIB
212 Mart di Samarinda (Budi Kurniawan/detikcom)
Foto: 212 Mart di Samarinda (Budi Kurniawan/detikcom)

Koperasi Syariah 212 Buka Suara

Koperasi Syariah 212 menegaskan kasus yang terjadi di Samarinda tak ada kaitan dengan mereka. Mereka menegaskan kasus tersebut menjadi kewenangan pengurus setempat.

"Apa yang terjadi dengan Koperasi Syariah Sahabat Muslim Samarinda (KSSMS) adalah kasus lokal yang tidak ada kaitannya dengan Koperasi Syariah 212 Pusat atau koperasi koperasi syariah lainnya yang memiliki unit usaha minimarket dengan label 212 Mart," kata Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212, Mela Trestia, dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (5/5/2021).

Rilis tertulis itu dikirimkan oleh anggota Dewan Pengawas Syariah Koperasi Syariah 212, Muhyidin Junaedi. Mela Trestia menjelaskan bahwa kasus yang dialami 212 Mart Samarinda adalah tanggung jawab pengurus setempat.

"Kejadian di KSSMS sepenuhnya adalah kewenangan dan tanggung jawab pengurus koperasi setempat," jelasnya.

Mela menekankan bahwa 212 Mart Samarinda dengan Koperasi Syariah 212 memiliki dua badan hukum koperasi yang berbeda. Setiap koperasi bertanggung jawab atas anggota masing-masing.

"KSSMS memiliki pengurus dan manajemen sendiri serta bertanggung jawab langsung kepada para anggotanya di Samarinda," katanya.

Mela mengatakan pihaknya telah menegur 212 Mart Samarinda. Dia menyebut 212 Mart Samarinda juga kedapatan tidak menjalankan kewajiban kerja sama.

"Koperasi Syariah 212 Pusat telah mengatur tegas dalam Pedoman Komunitas, bahwa 'Komunitas Koperasi Syariah 212 dilarang melakukan pengumpulan dana untuk modal kerja mengatasnamakan Koperasi Syariah 212 pusat'," kata Mela.

"Di dalam perjanjian kerja sama untuk pendirian 212 Mart yang ditandatangani oleh kedua pihak, KSSMS kedapatan tidak menjalankan kewajibannya dengan baik, termasuk di antaranya adalah tidak mengirimkan laporan keuangan 212 Mart secara regular, baik bulanan maupun tahunan. Tidak memberikan bagi hasil atas usahanya kepada Koperasi Syariah 212 sebagai bayaran sewa merek dagang 212 Mart," sambungnya.

Halaman

(jbr/zak)