Pemprov Sulsel: Jangan Mudik, Belajar dari Lonjakan COVID India

Reinhard Soplantila - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 17:30 WIB
Makassar -

Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat tidak mudik ke kampung halaman masing-masing. Pemprov Sulsel tidak ingin terjadi lonjakan kenaikan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di India.

Untuk menahan para pemudik di Sulsel, personel gabungan sebanyak 4.327 dari TNI-Polri bersama Pemprov Sulsel akan disiagakan di seluruh perbatasan wilayah kabupaten. Pengecualian bagi pemudik yaitu telah diatur di daerah Mamminasata saja atau Kabupaten Maros, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, atau bagi orang yang tengah melakukan tugas kerja dari kantornya.

"Kan sudah ada wilayah kolaborasi Maminasata, ini akan menjadi tindak lanjut kita tentu juga untuk pengetatan di wilayah arus mudik kita akan tahan kecuali bagi memang yang akan melakukan perjalanan dinas dan kegiatan melakukan pengangkutan barang dan jasa," ujar Andi dalam apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (5/5/2021).

Selain itu, di tahun ini masyarakat diharapkan mengubah budaya mudik setiap Lebaran dengan tetap tinggal di rumah masing-masing. Dia mengingatkan potensi terjadinya penularan COVID-19 akibat kelalaian berupa kerumunan akibat euforia berlebih dari masyarakat.

"Budaya yang dulu selalu mudik sekarang harus ditahan, saya rasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk mudik besar-besaran. Maka ini kita jadikan sebagai bentuk dalam rangka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait masalah yang terjadi di negara lain seperti India, turun semua (angka COVID-19) tiba-tiba meledak karena euforia dan kemudian kegiatan jadi masalah," jelas Andi.

Tambah Andi Sudirman, Pemprov Sulsel telah memberikan kebijakan ke masyarakat selama Ramadhan ini untuk tetap melaksanakan tarawih berjemaah. Kemudian juga diizinkan melaksanakan kegiatan hari raya Lebaran dengan protokol kesehatan agar masyarakat tidak mudik.

"Kami berpesan ke masyarakat kita sudah memberikan kebijakan tarawih, kita sudah berikan kebijakan lebaran dengan protokol kesehatan, mudik kita tahan dulu kenapa supaya tidak berkumpul satu sama yang lain dan kemudian melakukan euforia yang bisa menjadi ledakan menjadi masalah kita semua," tambah Andi.

(jbr/jbr)