Sederet Surat Jenderal 'Kekaisaran Sunda Nusantara': SIM hingga KTP

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 14:35 WIB
Jakarta -

Polisi menilang mobil Mitsubishi Pajero yang dikemudikan pria bernama Rusdi Karepesina (55). Pria itu mengaku sebagai jenderal muda dari Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

detikcom menerima sejumlah foto identitas Rusdi Karepesina. Dari foto-foto tersebut, diketahui pangkat Rusdi adalah Jenderal Muda di Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

Salah satu foto yang diterima detikcom dari identitas Rusdi adalah keterangan mengenai jabatan militernya. Di kartu identitas itu tertera keterangan Imperial Army of The Empire of The Sunda Archipelago atau Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara (TKSN).

"Jabatan: Staf Panglima Tinggi TKSN," demikian keterangan dari salah satu identitas milik Rusdi.

Salah satu kartu identitas semacam KTP milik Rusdi lainnya pun menunjukkan gambar bintang dua dari kartu identitas tersebut. Dari kartu itu, juga tertera keterangan Alex Ahmad Hadi Ngala sebagai Jenderal Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara.

Selain itu, foto yang didapat lainnya adalah surat izin mengemudi dari Rusdi yang dikeluarkan Kekaisaran Sunda Nusantara. Dari foto yang diterima detikcom, SIM pengemudi tersebut bertulisan 'Negara Kekaisaran Sunda Nusantara'.

Di foto itu, juga tertera keterangan Surat Kelayakan Mengemudi (SKM) dengan masa berlaku seumur hidup dan berlaku secara internasional.

Menurut Akmal, pihaknya belum dapat memastikan adanya gangguan jiwa dari kedua pria tersebut. Dia mengatakan keduanya masih menjalani pemeriksaan.

"Itu belum dipastikan (gangguan jiwa). Yang jelas kita amankan dua orang semuanya mengaku warga Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Dua pria. Ini kan ada semacam KTP-nya nih," tuturnya.

Rusdi Karepesina ditilang karena pelat nomor kendaraannya tidak sesuai ketentuan. Rusdi mengemudikan mobil Mitsubishi Pajero berpelat nomor biru dengan nomor SN-45-RSD.

Rusdi saat ditilang polisi saat melaju di Tol Cawang mengarah ke Bogor pukul 11.00 WIB. Saat ini Rusdi dan penumpangnya dimintai keterangan oleh polisi.

(mei/fjp)