Berdasarkan keterangan pers tertulis dari Perumda Pasar Jaya yang diterima detikcom Do Your Magic, Rabu (5/4/2021), simulasi kebakaran ini digelar oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI dan Perumda Pasar Jaya.
Simulasi pelatihan kebakaran digelar secara virtual ditujukan untuk pengelola pasar. Nantinya, pengelola pasar perlu mensosialisasikan ilmu yang didapat dari simulasi ini ke para pedagang pasar.
"Kalau perlu dilakukan dilakukan pelatihan beberapa waktu sekali karena kebakaran itu tidak bisa diprediksi, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Satriadi Gunawan.
Setiap kios harus memiliki alat pemadam api ringan (apar). Isi apar itu juga harus dicek secara berkala dan diisi ulang setahun sekali.
Bangunan-bangunan pasar di Jakarta banyak yang merupakan bangunan lama. Perlindungan terhadap kebakaran harus menjadi pengetahuan yang dipahami pengelola pasar.
Kebakaran Pasar Kambing, Tanah Abang (Rahmat Fathan/detikcom) |
"Jadi bagaimana soal kelistrikan, proteksi dini, dan lainnya ini sangat penting diketahui sebagai bentuk pencegahan. Saya harap semua bisa menyimak dan concern dengan materi yang disampaikan," katanya.
Tentunya, pelatihan ini tak hanya dikhususkan untuk Pasar Minggu dan Pasar Kambing (Pasar Lontar) saja, tapi juga untuk seluruh pasar di Jakarta secara umum.
"Makanya perlu dilakukan simulasi ini dalam rangka pencegahan dan tanggap penanganan kebakaran di pasar-pasar, kita harap semuanya bisa memahami pentingnya pelatihan ini," kata Direktur Teknik Perumda Pasar Jaya Aristianto. (dnu/dnu)












































Kebakaran Pasar Kambing, Tanah Abang (Rahmat Fathan/detikcom)